Pati, Mitrapost.com – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati menilai bahwa kenaikan harga kebutuhan pangan bahan pokok pada masyarakat selalu terjadi saat menjelang lebaran Idul Fitri, Idul Adha maupun Umrah Haji.
Melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Pati, Alfianingsih Firmanwigawati mengatakan bahwa meskipun mengalami kenaikan cukup sedikit akan tetapi tetap mempengaruhi naik turunnya grafik kebutuhan pangan.
Dimana kenaikan harga tersebut terjadi pada komoditas cabai, bawang merah, kunyit, kecap dan komoditas lainnya yang dibutuhkan masyarakat saat menjelang hari tersebut.
“Artinya apa, ada naik turunnya tapi grafiknya gak terlalu tajam, ada lah pasti naik turun terutama kemaren saat menjelang haji, Idul Adha, Idul Fitri itu ya naik sedikit,” kata wanita yang kerap disapa Fifin saat ditemui di ruang kerjanya.
“Tapi untuk komoditas-komoditas tertentu, misalnya cabai, kemudian bawang merah, kunyit, kecap itu ada naik turunnya menjalang komoditas yang dibutuhkan saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, meskipun begitu, harga pangan bahan pokok akan kembali stabil kembali lantaran lebaran Idul Fitri, Idul Adha maupun Umrah Haji telah berlalu atau selesai.
“Tapi setelah menjelang lebaran dan Umrah Haji itu selesai ya stabil lagi,” lanjutnya.
Sementara itu pihaknya juga menyinggung terkait inflasi yang ada di Provinsi Jawa Tengah utamanya di Kabupaten Pati.
Yang dimana, tingkat inflasi di Pati Jawa Tengah relatif sangat stabil ataupun tidak terlalu tinggi lantaran daerah Jateng bukan daerah pantauan.
“Tapi begini, untuk tingkat di Jawa Tengah, tingkat inflasi kita gak terlalu tinggi jadi kita bukan daerah pantauan inflasi dan relatif stabil,” singgung Fifin. (adv)






