Mitrapost.com – Menjelang selesainya masa jabatan Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 5 September mendatang, Presiden Jokowi menunjuk Nana Sudjana untuk menduduki posisi PJ Gubernur Jateng.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa penunjukkan dilakukan dalam sidang Tim Penilai Akhir (TPA).
Selain Nana Sudjana, ada sejumlah nama lain yang ditunjuk menjadi PJ Gubernur sejumlah wilayah lain. Mereka yang ditunjuk nantinya akan dilantik oleh menteri dalam negeri.
“Para pj gubernur akan dilantik dalam waktu dekat oleh menteri dalam negeri atas nama presiden,” jelasnya dilansir dari Tempo.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada PJ Gubernur yang terpilih untuk betul-betul bekerja dengan waktu yang ada serta menyiapkan tahapan Pemilu di masing-masing wilayahnya.
Nana Sudjana diketahui merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Ia pernah bertugas di Polresta Yogyakarta selama beberapa tahun. Hingga tahun 2001, ia pindah tugas ke Polres Metro Jakarta Barat.
Kemudian pada tahun 2006 ia menjadi Kapolres Probolinggo. Lalu pernah menjadi Wakapolwiltabes Surabaya di tahun 2008, dan Analis Utama Tk III Badan Intelijen dan Keamanan atau Baintelkam Polri. Ia juga sempat menjabat sebagai Kapolresta Surakarta pada tahun 2010.
Ketika Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo, ia saat itu menjabat sebagai Kapolrestabes Surakarta.
Sejumlah jabatan lainnya yang pernah ia emban adalah sebagai Dirintelkam Polda Jawa Tengah (2011), Analis Utama Tk I Baintelkam Polri (2012), Analis Kebijakan Madya Bidang Ekonomi Baintelkam Polri (2013), dan Dirintelkam Polda Jawa Timur (2014).
Dari Jawa Timur ia pindah ke Jambi sebagai Wakapolda Jambi pada 2015, lalu Wakapolda Jawa Barat pada 2016, lalu sebagai Direktur Politik Baintelkam Polri, berlanjut menjadi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) (2019).
Hingga akhirnya pada Januari 2020, ia menjadi Kapolda Metro Jaya dan kembali ke Ibu Kota. Usai dicopot, ia pun dimutasi menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri.
Pada Februari 2021, dia ditunjuk menjadi Kapolda Sulawesi Utara. Lalu pada Oktober 2021, ia dirotasi sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. Dan terakhir, ia menjabat Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI per 5 April 2023. (*)
Redaksi Mitrapost.com






