Mitrapost.com – Kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Argopuro di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur kini sudah tak terdeteksi.
Oleh karena itu, masih belum bisa dipastikan apakah kebakaran itu telah padam atau belum. Pelacakan kebakaran sendiri dilakukan dengan drone oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.
Petugas terhalang oleh kondisi topografis yang tidak memungkinkan untuk mencapai lokasi kebakaran. Ada tebing curam yang menghalangi. Sedangkan saat malam hari, titik api dan asap juga sudah tak terlihat.
“Kondisi sekarang secara visual tidak tampak ketika dipantau pakai kamera drone,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Penta Satria dilansir dari Kompas.
Ia menyebut drone yang diterbangkan bergerak satu kilometer dari titik lokasi kebakaran, namun tak ada kebakaran yang terdeteksi.
Pihak BPBD, Perhutani, PTP, TNI, Polri dan relawan lainnya pun telah berupaya melakukan pengamatan visual dan mencari titik kebakaran berdasarkan data dari aplikasi Sipongi.
Sipongi sendiri adalah aplikasi sistem informasi dan deteksi dini pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis web.
“Kami tidak bisa memastikan (masih ada kebakaran atau tidak) karena tidak tampak,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya pun berharap titik api benar-benar sudah padam. Sebagai informasi, kebakaran di lereng Gunung Argopuro terjadi sejak Kamis (5/10/2023). (*)
Redaksi Mitrapost.com






