Mitrapost.com – Suhu panas tinggi dan kemarau panjang dapat memicu kelelahan panas atau (heat exhaustion). Kelelahan panas merupakan respon tubuh karena kehilangan cairan dan kandungan garam dalam tubuh secara berlebihan. Ini biasanya ditandai dengan keringat berlebih.
Kondisi ini biasanya terjadi ketika tubuh kepanasan dan tidak dapat mendinginkan diri. Ini biasanya dikarenakan olahraga maupun aktivitas fisik lainnya, terutama saat cuaca panas dan lembab. Selama aktivitas, tubuh akan kehilangan cairan, sehingga jika tidak menggantinya dengan minum air, Anda dapat mengalami dehidrasi. Dehidrasi meningkatkan risiko mengalami kelelahan panas.
Sementara itu, gejala lainnya meliputi sakit kepala, mual, pusing, lemas, kecenderungan cepat marah, haus, peningkatan suhu tubuh, kram otot, hingga jarang buang air kecil, dilansir dari laman Centers for Disease Control or Prevention (CDC).
Untuk mengatasinya, segeralah istirahat dan mengganti cairan tubuh. Jika tidak, kelelahan akibat panas dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa.
Bagaimana perawatannya?
Dilansir dari Claveland Clinic, seseorang yang mengalami dehidrasi disarankan untuk segera pergi ke tempat yang lebih sejuk dan teduh. Setelah beberapa saat, mandi air dingin atau kompres dingin pada area dahi atau leher belakang juga dapat menurunkan suhu tubuh Anda.
Selain itu, Anda juga perlu mengganti cairan dengan minum air atau yang mengandung elektrolit. Jangan minum terlalu banyak atau terlalu cepat, serta hindari alkohol dan yang berkafein. Kemudian, berhenti melakukan semua aktivitas fisik. Duduk lah atau berbaring agar tubuh bisa beristirahat. (*)
Redaksi Mitrapost.com






