Pati, Mitrapost.com – Dalang dan seniman milenial di Kabupaten Pati diharapkan bisa mengenalkan budaya tradisional ke masyarakat. Utamanya, bagi kawula muda penerus bangsa.
Hal ini dilakukan untuk meregenerasi seniman dan dalang milenial secara lebih luas. Tentunya, agar budaya tradisional di Pati tetap terjaga dan lestari.
Selain itu, ini juga dapat menciptakan gambaran bagi milenial yang masih awam terkait seniman dan dalang.
Hal ini juga diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto. Ia mengatakan, kawula muda lebih dikenalkan pada budaya tradisional di Pati.
“Diharapkan bisa membuat atau menciptakan hubungan antara masyarakat seniman dengan kawula muda. Tentunya juga meregenerasi seniman di Pati secara meluas, utamanya seni budaya tradisional. Namun, ini generasi muda semua, kami tidak mengajukan orang dewasa atau orang yang sudah sepuh karena mereka sudah fasih semua,” katanya.
Lebih lanjut, Priyanto juga menyebutkan, di tanggal 7 November 2023 mendatang, para dalang Pati akan berkolaborasi langsung dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam pementasan hari wayang sedunia.
“Disdikbud Pati sering kerjasama dengan TMII setiap tahunnya. Dan tanggal 7 November 2023 nanti kita melaksanakan agenda hari wayang sedunia. TMII mengundang kabupaten pati untuk mengisi dan berkolaborasi pementasan hari wayang sedunia itu. Kita nanti mengajukan 3 dalang Pati sekaligus. Dan ini generasi muda semua, karena potensial muda dalang yang perlu kita promosikan, supaya mereka dikenal oleh orang-orang luar,” lanjutnya.
Perlu diketahui juga, pada tanggal 2-4 November 2023, Disdikbud Pati akan mengajukan dalang Pati yang mendapat juara tingkat kabupaten untuk mengikuti kejuaraan lomba dalang tingkat Provinsi Jateng. (*)






