Pati, Mitrapost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengaku tengah melakukan penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui fogging. Kegiatan tersebut diketahui menghabiskan dana besar.
Dimana, khusus penanganan pada tahun 2023 ini Dinkes Pati menggelontarkan dana sebesar Rp149.533.600. Pelaksanaannya nantinya dilakukan secara selektif yang memenuhi kriteria.
Keterangan ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Kabupaten Pati, dr Aviani Tritanti Venusia. Dirinya mengatakan penanganan tersebut berdasarkan jumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten Pati. Operasional fogging sendiri akan ada 84 titik.
“Jadi Puskesmas di Kabupaten Pati itukan terdiri dari 29 Puskesmas ya. Nah Operasional foging itu berada di 84 titik fogging dengan dana pada tahun 2023 ini jumlahnya Rp149.553.600,” ungkapnya.
dr Aviani menambahkan, jika dibandingkan dengan kasus DBD tahun 2022 sebelumnya, Kabupaten Pati mengalami penurunan yang begitu banyak. Dimana pada tahun 2022 kasus di Pati mencapai 911 kasus, sedangkan di tahun 2023 ada 411 kasus.
Lebih lanjut, berdasarkan data Dinkes Kabupaten Pati tahun 2023 yang dihimpun dari masing-masing Puskesmas, kasus DBD paling banyak yakni di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso dan Pati.
Sedangkan kasus DBD paling sedikit yakni di wilayah Kecamatan Winong, Margorejo, dan Pucakwangi.
“Jadi dari masing-masing Puskesmas yang paling banyak itu ada di Kecamatan Dukuhseti sebesar 47 kasus. Untuk posisi kedua di Kecamatan Margoyoso dengan jumlah 46 kasus dan ketiga ada Kecamatan Pati dengan sejumlah 45 kasus. Lalu yang paling sedikit itu ada di Kecamatan Winong 1 dan 2 hanya mencapai 6 kasus, Kecamatan Margorejo ada 5 kasus, lalu untuk Pucakwangi 1 dan 2 hanya 2 kasus saja,” terang dia.
Dirinya juga menilai faktor cuaca pada akhir tahun 2023 ini, membuat kasus DBD semakin menurun. Akan tetapi, jika beberapa hari ke depan mengalami hujan, maka ada kemungkinan populasi nyamuk Aides Aygepti terus meningkat jika masyarakat tidak menjaga air bersih. (*)






