Mitrapost.com – Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi menyambut Ramadan yang berbeda-beda. Hal ini tentu tak lepas dari Indonesia yang merupakan negara dengan keberagaman dan mayoritas penduduknya yang muslim.
Berikut ini berbagai tradisi menyambut Ramadan di Indonesia.
Tradisi Meugang di Aceh
Aceh memiliki tradisi Meugang atau juga disebut Makmeugang atau Haghi Mamagang untuk menyambut Ramadan. Tradisi ini juga biasa dilaksanakan saat menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.
Tradisi ini ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan Aceh Darussalam atau sekitar abad ke-14. Masyarakat biasanya akan memasak daging untuk dihidangkan pada keluarga, rekan kerja, atau warga desa.
Tradisi Malamang di Sumatra Barat
Tradisi Malamang atau membuat lemang ini diadakan orang Minang untuk menyambut Ramadan. Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu yang panjang, disisipkan daun pisang, lalu dibakar.
Lemang juga biasanya disajikan masyarakat saat ada acara hajatan atau semacamnya.
Tradisi Pacu Jalur di Riau
Pacu jalur adalah lomba dayung perahu yang biasa digelar di Sungai Kuantan. Satu perahu biasanya diisi 40 hingga 60 orang. Perahu bakal dirias dan berlomba untuk menjadi yang paling depan.
Tradisi ini juga biasa dilaksanakan untuk memeriahkan hari besar Islam dan Hari Kemerdekaan RI.
Tradisi Munggahan di Jawa Barat
Jawa Barat memiliki tradisi Munggahan untuk menyambut Ramadan. Masyarakat biasanya akan mengadakan piknik di tempat wisata, makan bersama, ziarah kubur, atau membersihkan tempat ibadah.
Sedangkan laki-laki pada zaman dahulu biasanya akan pergi ke sungai untuk mandi, sebagai tanda membersihkan diri sebelum masuk bulan suci.
Tradisi Nyadran di Jawa Tengah
Nyadran adalah tradisi ziarah kubur yang dilakukan secara berbondong-bondong oleh warga yang hendak mengunjungi makam keluarga mereka.
Biasanya ada tiga tahap acara yaitu Kenduri atau pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, doa bersama, dan ditutup dengan makan bersama sambil menggelar tikar di pinggir jalan dan menyajikan makanan tradisional.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembersihan makam, dan ditutup dengan ziarah kubur.
Tradisi Megibung di Bali
Megibung adalah tradisi memasak dan makan bersama dengan posisi melingkar dan duduk bersila.
Nasi akan diletakkan di wadah beralaskan daun pisang yang disebut gibungan. Sedangkan lauk pauknya disajikan di atas daun pisang dan disebut karangan.
Redaksi Mitrapost.com






