Mitrapost.com – Jumlah penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung masih belum banyak sebab tidak dapat memenuhi target. Hal ini juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Dirut PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi dipanggil ke istana dengan topik pembahasan utama target kereta cepat.
Kartika menjelaskan saat ini penunpang kereta cepat telah mencapai 24 ribu orang, hal ini berada di bawah target yang harusnya 29 ribu orang.
Sementara untuk LRT Jabodebek mempunyai jumlah penumpang yang tembus di angka 80 ribu orang.
“Kalau traffic kan kemarin kereta cepat udah sempat mencapai 24 ribu, kalau di LRT udah mencapai 80 ribu. Nah kita akan tambah terus jumlah kereta beroperasi,” ujar pria yang akrab disapa Tiko itu, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2024).
Pria yang akrab disapa Tiko menjelaskan dalam 2-3 tahun diminta untuk mencapai kereta cepat hingga mencapai 29 ribu.
“Itu masih sedikit di bawah target. Target 29 ribu, jadi itu udah mendekati lah. Kita kejar harusnya untuk mencapai target yang sesuai proyeksi awal harusnya 2 sampai 3 tahun bisa kita kejar,” beber Tiko.
Sementara itu, Dwiyana mengatakan dalam pertemuan bersama Jokowi, orang nomor satu di Indonesia tersebut menyapaikan evaluasi terkait dengan perkembangan operasional hingga jumlah penumpang.
Pemerintah juga disebut akan berkomitmen mendukung operasi kereta cepat yang diberi nama Woosh.
“Apa yang dibutuhkan dukungan dari pemerintah apa, misalnya kayak jalan akses dan segala macam,” beber Dwiyana.
Redaksi Mitrapost.com






