Mitrapost.com – Anak yang dibanting oleh ibunya hingga tewas di Jagakarsa, Jakarta Selatan memiliki luka parah di kepala. Menurut keterangan dokter, korban mengalami gegar otak dan ada benjolan di kepala setelah dibanting sang ibu, TY (35) berkali-kali.
Kendati demikian, penyebab pasti kematian anak yang berusia 1 (satu) tahun tersebut belum diketahui. Pasalnya, keluarga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban.
“Iya ada memang ada seperti itu sementara ada, jadi mengalami gegar otak itu ada dan mengalami benjolan di kepalanya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro, dikutip dari Detik.
Sebelumnya, viral berita seorang batita dibanting oleh ibu kandung hingga meninggal dunia pada Minggu (4/8/2024). Setelah peristiwa tersebut terjadi, pihak berwajib segera mengamankan pelaku, yakni TY (35).
Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku dinilai melantur saat memberikan keterangannya. Selain itu, saksi juga menyebut bahwa TY pernah mengalami gangguan kejiwaan dan berobat ke rumah sakit jiwa (RSJ).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi turut menjelaskan kronologi insiden tersebut. Korban dibanting oleh TY ketika keduanya sedang berada di teras rumah. Tidak diketahui alasan mengapa sang ibu melakukan kekerasan tersebut terhadap anak kandungnya.
“Jadi gini, lagi duduk di teras, kemudian ini dengan ibunya nih ibu kandungnya, anak itu kan umur 1 tahun lebih lah. Terus tiba-tiba itu dia langsung ngebanting aja. Kena ke keramik di teras,” terang AKP Nurma Dewi.
“Polisi sudah memeriksa ibunya, tapi gitu, tak nyambung sewaktu diperiksa,” imbuhnya. (*)
Redaksi Mitrapost.com

