Pati, Mitrapost.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar beras 10 kilogram. Bantuan beras tersebut merupakan bantuan tahap ke-III yang disalurkan Bapanas melalui Perum Bulog kepada 22.004.077 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Indonesia.
Kabupaten Pati sendiri mendapatkan kuota bantuan beras untuk 147.800 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati, Tri Hariyama saat ditemui di Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo Pati mengatakan bahwa dalam penyaluran bantuan beras 10 kilogram, Disketapang Pati ikut andil dalam melakukan pengawasan. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan beras berjalan dengan baik serta tepat sasaran.
“Alhamdulillah setelah saya diskusi saya sampaikan ke rekan-rekan tim utamanya ke kepala desa alhamdulillah terkondisikan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Tri Hariyama.
Pihaknya berpesan agar bantuan beras yang disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para keluarga yang menerima.
“Setelah kita lakukan kegiatan hari ini mudah-mudahan masyarakat yang betul-betul membutuhkan bisa terbantu dan tepat sasaran,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Pemimpin Cabang Bulog Pati Hardiansyah mengatakan bahwa bantuan beras ini merupakan tahap ke-III. Sejauh ini bantuan beras 10 kilogram sudah tersalurkan 60 persen. Penyaluran bantuan di 21 kecamatan ditargetkan pada minggu ini bisa selesai semuanya.
“Alhamdulillah barang sudah keluar dari gudang 100 persen, per pagi tadi sudah tersalurkan hampir 60 persen jadi kita targetnya untuk minggu ini sudah selesai 100 persen,” kata Hardiansyah.
Selanjutnya, dengan adanya bantuan beras di Kabupaten Pati, pihaknya menambahkan dapat mengurangi beban masyarakat utamanya yang kurang mampu dalam membeli beras. Selain itu, bantuan beras 10 kilogram dapat mengurangi atau mengendalikan angka inflasi di Kabupaten Pati.
“Dengan adanya bantuan pangan ini mampu untuk mengurangi pengeluaran bulanan mereka. Jadi dengan adanya bantuan 10 kilogram ini paling tidak satu, bisa mengurangi beban dari penerima kedua juga bisa untuk mengendalikan inflasi di semua kabupaten,” paparnya.
Menanggapi apabila ada masyarakat yang protes karena tidak dapat bantuan beras tersebut, Kepala Desa Margorejo Kecamatan Margorejo Pati Haryono mengungkap selalu memberikan edukasi kepada masyarakat luas, terkait bantuan beras tersebut terkhusus kepada masyarakat yang kurang mampu.
“Masyarakat itu perlu kita berikan edukasi (yang jelas) sehingga bisa menerima kalau tanpa edukasi ya mereka tidak bisa menerima lagi,” tutup Haryono. (Adv)

Wartawan Mitrapost.com






