Mitrapost.com – Jepang diketahui akan memberikan pembiayaan terkait dengan 34 proyek energi di Indonesia. Adapun proyek yang didanai ini mencakup pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hingga Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa proyek yang akan didanai sebanyak 34.
“Jadi pertama ini adalah AZEC Ministerial Meeting yang kedua. Dan kali ini adalah ada shortlist dari 78 proyek di negara Asia yang akan di-support oleh financing dari Jepang, dari JBIC. Dan Indonesia adalah mempunyai shortlist terbesar yaitu 34 proyek,” kata Airlangga.
Terdapat 15 proyek pembangkit Listrik tenaga panas bumi, Jepang juga mengusukan tambahan proyek Sarulla.
“Nah proyek yang sudah didukung, geothermal kita ada 15 proyek dan salah satu yang dibahas tadi adalah yang sudah kita putuskan dan Jepang juga tadi mengusulkan tambahan dari proyek Sarulla,” ujarnya.
“Jadi kemudian yang kedua, kita sudah bicara waste to energy itu yang di Jawa Barat, Legok Nangka. Kemudian juga kita mendorong pilot proyek daripada pengembangan peatland dengan Sumitomo Forestry di mana seluruh perizinannya sudah tersedia tinggal komersialisasi dan ini akan menjadi percontohan bagaimana mengelola kawasan gambut di Kalimantan Tengah dan dengan prototipe ini selesai, ke depan kita berharap pengembangan food crop juga bisa dimungkinkan,” tutur Airlangga.
Airlangga mengatakan ada proyek PLTA Kayan yang menghasilkan Listrik hingga 9.000 megawatt (MW).
“Kemudian juga dikembangkan yang berbasis hydro. Hydro ini di Kayan Hydro itu diharapkan bisa memproduksi sampai dengan 9 ribu megawatt atau 9 gigawatt dan ini akan dikaitkan dengan industri turunannya termasuk hydrogen dan ammonia,” jelas dia.
“Salah satu blue ammonia yang pertama akan dibangun di kawasan Pupuk Iskandar Muda atau Special Economic Zone Aceh yang diharapkan bisa membuat the first blue ammonia,” katanya.
Ia mengatakan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), serta blue ammonia dan hydrogen juga bagian yang didanai.
“Nah kemudian juga proyek lain seperti misalnya transmission line antara Jawa dengan Sumatera ini menjadi bagian daripada transmission line di Asia ataupun di ASEAN. ASEAN Power Grid itu menjadi prioritas tadi juga saya sampaikan bahwa grid listrik ini tidak hanya di Jawa Sumatera tapi konektif nyambung dengan Kepulauan Riau dan Batam, Bintan, Karimun ini menjadi salah satu juga proyek yang nanti solar panelnya sudah akan di-offtake oleh Singapura,” terangnya.
“Ya kita sedang list. Tetapi ini bukan hanya dari Indonesia tetapi dari di seluruh negara Asia ini ada 78 proyek. Itu bervariasi. Sudah ada sih daftarnya,” jelas dia.
Redaksi Mitrapost.com



