Mitrapost.com – Allah SWT memberikan tanda-tanda akan datangnya kiamat, termasuk kesulitan karena dilanda kelaparan panjang menjelang kemunculan Dajjal. Disebutkan bahwa masa paceklik ini disebut berlangsung tiga tahun.
Benarkah demikian? Simak penjelasan yang kami rangkum berikut ini!
Benarkah sebelum kiamat manusia akan dilanda kesulitan?
Berdasarkan hadits yang berasal dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah SAW bersabda bahwa sebelum munculnya Dajjal, umat manusia akan diberikan cobaan dengan kehidupan yang sulit selama 3 tahun. Dikatakan, dalam waktu tersebut, secara berangsur-angsur akan ada sedikit hujan yang turun dan sedikit tanaman yang hidup.
Rasulullah SAW bersabda, “Sebelum Dajjal keluar, manusia akan melalui tiga tahun penuh kesulitan yang di dalamnya kelaparan melanda. Pada tahun pertama, Allah akan memerintahkan langit untuk menahan sepertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan sepertiga tumbuhannya.
“Kemudian pada tahun kedua, Allah akan memerintahkan langit untuk menahan dua pertiga hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan dua pertiga tumbuhannya. Lalu pada tahun ketiga, Allah akan memerintahkan langit untuk menahan seluruh hujannya, sehingga tak ada satu tetes hujan pun yang turun, dan memerintahkan bumi untuk menahan seluruh tumbuhannya, sehingga tak ada satu tanaman pun yang tumbuh. Sehingga nanti, semua hewan yang kukunya terbelah (binatang ternak) akan mati, kecuali yang Allah kehendaki (untuk tetap hidup).”
Pada waktu tersebut, tumbuh-tumbuhan dan hewan akan mati, kecuali yang dikehendai oleh Allah SWT. Para sahabat pun bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bagaimana umat manusia akan bertahan hidup.
Kemudian, Rasulullah SAW menjawab bahwa tahlil, takbir, dan tahmid yang menjadi pengganti makanan bagi umat manusia.
Sahabat bertanya, “’Wahai Rasulullah, lantas dengan apa manusia akan hidup pada zaman itu?’, Beliau menjawab, ‘Dengan tahlil, takbir, dan tahmid, yang akan menjadi pengganti makanan bagi mereka’,” (HR Ibnu Majah). (*)
Redaksi Mitrapost.com






