Mitrapost.com – Beberapa orang mungkin menyukai bagian ceker dibandingkan bagian daging ayam lainnya. Ini karena teksturnya yang kenyal dan memiliki cita rasa gurih saat diolah menjadi masakan, seperti sop dan soto.
Meski demikian, perlu diperhatikan nutrisi maupun konsumsinya agar tidak berlebihan, hingga berdampak pada kesehatan. Berikut ini beberapa manfaat ceker ayam, serta tips aman konsumsinya.
Apa manfaat konsumsi ceker ayam?
Dilansir dari Alodokter, dalam 100 gram ceker ayam matang terkandung sekitar 215 kalori, serta nutrisi lain seperti 19,5 gram protein, 14,5 gram lemak, 90 miligram kalsium, 0,9 miligram zat besi, 30 mikrogram vitamin A (setara 100 IU) dan 85 mikrogram folat atau vitamin B9. Ceker ayam juga mengandung fosfor, selenium, zinc, kolin, vitamin B kompleks, dan vitamin K.
Manfaat ceker diantaranya menjaga kesehatan kulit karena 70% dari kandungan protein pada ceker ayam adalah kolagen, yakni senyawa yang bermanfaat mencegah kerusakan kulit terkait usia. Selain itu, kolagen juga baik dalam penyembuhan luka.
Tak hanya bermanfaat bagi kulit, nutrisi dalam ceker juga mendukung kekuatan dan kesehatan sendi, termasuk sendi lutut, kaki, tangan, dan pinggul. Tak hanya itu, asupan kolagen cukup juga bisa mengurangi nyeri sendi dan gejala osteoarthritis, terutama pada lansia.
Kandungan folat (vitamin B9) pada ceker ayam juga baik bagi ibu hamil dan bayi karena bisa mencegah janin mengalami cacat bawaan lahir, seperti spina bifida dan anensefali. Selain itu, kandungan kolin dan proteinnya mendukung perkembangan otak janin.
Tips aman konsumsi ceker
Sebelum mengonsumsinya, penting mengetahui cara membersihkan ceker ayam. Caranya, bersihkan dengan air mengalir. Kemudian, rebus dengan air mendidih selama 10−30 detik untuk mematikan semua bakteri yang menempel. Setelah itu, masukkan pada wadah berisi air dingin, lalu buang kulit bagian luarnya.
Hindari mengolah ceker ayam dengan cara digoreng karena dapat menghilangkan nilai nutrisi. Apalagi, ceker goreng meningkatkan kolestrol karena mengandung lebih banyak lemak trans. Lebih baik campurkan ceker di makanan berkuah, seperti sop atau soto. (*)
Redaksi Mitrapost.com






