Mitrapost.com – Pasca insiden berdarah di Kabupaten Sampang, Polda Jatim pun mempertemukan dua pasangan calon (paslon) dan pendukung di Mapolres Sampang.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh tokoh agama dan masyarakat, dan tim dari mandat KH Muhammad Bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat dan dari Jimad H Slamet Junaidi-KH Ahmad Mahfud.
Pertemuan itu dilakukan untuk melakukan konsolidasi dan menandatangani deklarasi damai kembali.
“Kami melakukan koordinasi dan konsolidasi kembali terutama kepada para tim pemenangan paslon yang berkontestasi untuk sama-sama menandatangani deklarasi damai kembali,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto.
Dengan deklarasi yang dilakukan, pihaknya berharap tidak ada lagi kejadian serupa. Serta bisa merefresh kembali komitmen menjaga kondusifitas bersama.
“Semoga dari kejadian kemarin tidak merembet ke kejadian-kejadian lainnya atau kejadian yang mengikuti,” tegasnya.
Pihaknya pun berkomitmen mengusut kasus tersebut hingga tuntas, sebab kejadian tersebut tidak dapat ditolerir.
“Saya pastikan bahwa Polri dan TNI dan stakeholder terkait akan mengejar pelaku sampai dapat,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebelumnya terjadi insiden pembacokan yang menewaskan saksi dari pasangan calon Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh).
Seorang pelaku pembacokan pada korban berinisial J telah diamankan polisi. Peristiwa itu diketahui terjadi di depan kediaman tokoh agama setempat, Kiai Muallib di Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang pada Minggu (19/11/2024).
Ada dua pasangan calon yang menjadi peserta Pilkada, yakni KH Muhammad bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat (Mandat) dengan nomor urut 1 dan Slamet Junaidi-Ahmad Mahfud (Jimad Sakteh) nomor urut 2. (*)
Redaksi Mitrapost.com






