Pati, Mitrapost.com – Inseminasi buatan atau IB pada hewan sapi betina di Kabupaten Pati menyentuh 6.683 akseptor. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan populasi sapi ternak di Bumi Mina Tani.
Data tersebut merupakan data yang bersumber dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati bidang peternakan tahun 2024 periode Januari hingga awal Desember.
“Di Kabupaten Pati untuk saat ini kondisi pelayanan inseminasi buatan atau perkawinan IB itu sudah mencapai sekitar 6.683 akseptor yaitu akseptor itu merupakan jumlah sampai yang kita layani,” kata Dwi Lestari Ariyanti, Ketua Tim Produksi Ternak, Senin (09/12/2024).
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lanjut Dwi, inseminasi buatan mengalami penurunan. Setidaknya tahun yang lalu menyentuh kurang lebih 20 ribuan akseptor.
Menurutnya, penurunan akseptor tersebut disebabkan jumlah populasi ternak sapi mengalami penurunan hampir 49 persen.
“Ini mungkin disebabkan beberapa hal yaitu satu populasi ternak sapi di Kabupaten Pati mengalami penurunan hampir 49 persen dari tahun 2023,” ungkapnya.
Penurunan populasi sapi juga disebabkan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) dan juga LSD. Ketika sapi betina sudah terserang penyakit PMK dan LSD, dijelaskan Dwi, bisa mengalami kegagalan reproduksi.
“Sehingga beberapa pakar mengatakan bahwa ternak-ternak sapi betina (khususnya betina produktif) yang sudah terserang penyakit PMK dan LSD ini hampir 90 persen itu mengalami kegagalan reproduksi yaitu salah satunya tidak mau kawin,” jelasnya.
Kondisi penurunan ini juga disebabkan karena beberapa bulan yang lalu Kabupaten Pati sempat mengalami cuaca ekstrem. Sehingga keadaan pakan tidak memadai dari segi jumlah maupun gizi.
“Selain itu juga kondisi dari keadaan cuaca ekstrem (kemarin itu sangat kering) sehingga kondisi ekstrem menyebabkan ketersediaan pakan yang tidak memadai baik jumlahnya maupun gizinya,” tutupnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com