Mitrapost.com – Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering berdoa dan bertaubat. Taubat merupakan kesempatan untuk meminta ampunan dan memohon agar dosa-dosanya dihapus, serta sebagai langkah untuk memperbaiki diri.
Taubat memang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, namun bukan berarti tidak memiliki batas waktu. Ada saat-saat tertentu tentang waktu pintu taubat ditutup oleh Allah SWT, sehingga manusia tidak lagi mendapatkan kesempatan tersebut.
Lantas, kapan Allah SWT menutup pintu taubat untuk hamba-Nya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Kapan pintu taubat ditutup?
Dilansir dari DetikHikmah, pintau taubat Allah SWT selalu terbuka bagi setiap hamba-Nya sepanjang waktu, baik di siang maupun di malam hari. Orang bertaubat di malam hari jika melakukan dosa di siang hari. Sementara, orang yang berdosa di malam hari, bisa bertaubat di siang hari.
Umat Islam juga dianjurkan untuk senantiasa ber-istigfar, memohon ampunan dosa. Sedangkan, bertaubat merupakan upaya untuk meninggalkan dosa-dosa yang diperbuat, serta berjanji tidak mengulanginya.
Pasalnya, tertutupnya pintu taubat disebutkan, yakni ketika alam gaib menjadi nyata, dan nyawa sudah sampai di tenggorokan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya, “Sesungguhnya Allah SWT menerima taubat hambanya sebelum nyawa sampai di tenggorokan,
Seperti yang terjadi ketika Firaun ditenggelamkan di laut merah. Saat itu, Firaun sempat berkata, ‘Sesungguhnya aku beriman, sesungguhnya tiada tuhan selain tuhan yang diimani oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang beriman yang berserah diri, minal muslimin,’
Namun, karena nyawanya sudah sampai di tenggorokan, iman Firaun tidak diterima.”
Selain itu, pintu taubat juga ditutup bagi seluruh manusia saat hari kiamat, yakni saat tidak ada lagi yang menyebut nama Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan mungkin hari kiamat akan terjadi kecuali di muka bumi sudah tidak ada lagi yang mengucapkan kata ‘Allah’.”
Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ariy RA, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membentangkan tangan-Nya (memberikan kesempatan) pada waktu malam, untuk taubat orang yang berbuat dosa pada siang hari. Dan Allah membentangkan tangan-Nya pada waktu siang, untuk taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, hingga matahari terbit dari barat (kiamat).”
Hadist lainnya menjelaskan bahwa tidak akan terjadi kiamat sebelum matahari terbit dari barat. Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW menyatakan, “Tidak tegak Hari Qiyamah hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. Apabila telah terbit demikian, dan manusia telah melihatnya maka merekapun beriman. Dan itu merupakan hari yang tidak bermanfaat keimanan bagi satu jiwa, karena ia tidak beriman sebelumnya atau tidak menghasilkan kebaikan pada keimanannya,” (Shahih Al-Bukhari no. 4359 dan Shahih Muslim 1/157). (*)
Redaksi Mitrapost.com






