Jika Konsumsi Mi Instan, Hindari Mencampur dengan Jenis Makanan Berikut!

Mitrapost.com – Mi instan dikemas untuk memudahkan orang membuat makanan yang lezat dan mengenyangkan dengan mudah dan cepat. Oleh sebab itu, makanan ini masih menjadi hidangan favorit banyak orang, terlepas dari minim gizi dan dampak jangka panjang bagi kesehatan.

Di dalam kemasannya, biasanya terdapat mi kering dan bumbu instan yang mengandung lemak dan natrium cukup tinggi. Saat ini, produsen juga menambahkan sejumlah nutrisi yang difortifikasi, seperti protein dan mineral lain, namun minim jumlahnya.

Karena gizi yang minimalis tersebut, banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan mengonsumsi mi instan dibarengi dengan bahan makanan lainnya. Meski demikian, ada beberapa jenis makanan yang sebenarnya tidak boleh digabungkan saat mengonsumsi mi instan.

Apa saja makanan tersebut? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini!

Nasi

Banyak orang masih mengombinasikan nasi dan mi instan dengan dalih kebiasaan ‘belum makan kalau belum makan nasi’. Meski mengenyangkan, gabungan keduanya justru tidak baik untuk tubuh di masa mendatang.

Mi instan maupun nasi merupakan sumber karbohidrat utama, sehingga konsumsi keduanya dalam satu waktu bisa meningkatkan asupan kalori secara drastis, yang kemudian disimpan tubuh dalam bentuk lemak. Ini bisa memicu kenaikan berat badan dan risiko gangguan metabolik, seperti diabetes.

Kerupuk

Kombinasi makanan mi instan yang yang tidak dianjurkan adalah dengan kerupuk. Meski kerupuk akan memberi kerenyahan, makanan ini tinggi kandungan lemak. Selain itu, kerupuk yang digoreng meningkatkan kolestrol jahat dalam tubuh.

Selain itu, mi instan dan kerupuk sama-sama mengandung MSG tinggi. Konsumsi keduanya bersamaan berpotensi memicu sindrom metabolik dan penumpukan lemak jika dikonsumsi berlebihan.

Daging olahan

Meski daging berprotein dianjurkan untuk dikonsumsi bersama mi instan, daging olahan bukan salah satunya. Beberapa jenis daging olahan seperti nugget, sosis, kornet, dan sebagainya. Makanan ini telah mengalami proses olahan, menyebabkannya tinggi lemak dan natrium.

Kombinasi ini tidak hanya berisiko membuat berat badan melonjak, tetapi juga bisa memicu peradangan kronis yang berbahaya bagi tubuh.

Keju

Keju menjadi bahan yang umum dicampur ke dalam mi instan, terutama mi instan ala Korea. Kendati demikian, keju menambah kadar kalori dan lemak. Jika mengonsumsi keduanya secara bersamaan dalam jumlah banyak bisa berisiko pada kenaikan berat badan.

Daripada mencampurkan bahan-bahan berisiko tinggi, coba lah menambahkan sayuran tinggi serat seperti sawi, wortel, atau bayam ke dalam mi instan. Tambahkan juga telur sebagai sumber protein yang lebih sehat. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati