Mitrapost.com – Gajah di Waduk Gajah Mungkur diketahui dirantai. Dalam hal ini, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wonogiri, Haryanto mengungkapkan bahwa gajah-gajah sedang masa birahi sehingga lebih agresif.
Bukan tanpa mengapa, rantai ini dimaksudkna untuk melindungi dokter hewan dan pengunjung.
“Itu posisi gajah dirantai itu memang untuk menjaga keselamatan mahoutnya sendiri, mahout dan utamanya pengunjung lah, karena saat itu gajah yang jantan baru birahi, masa birahi memang harus dirantai. Kalau pas birahi ada perilaku agresif, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kan itu,” kata Haryanto, dikutip dari Detik Jateng pada Senin (6/1/2025).
Haryanto menyebut masa birahi gajah ini adalah masa yang emas alhasil tindakan rantai pun harus dilakukan.
“Ya kalau masa-masa birahi SOP-nya harus dirantai. Walaupun kandang khusus pun kalau gajahnya perilaku agresif memang bahaya juga,” ungkapnya.
“Jadi masa-masa birahi, masa emas itu harus dirantai untuk keamanan bersama walaupun ada pagar setinggi itu dan sekuat itu bagi gajah sebetulnya dengan mudah dirobohkan. Termasuk rantai kalau gajah itu agresif itu bisa diputus dengan mudah,” lanjutnya.
Haryanto menyebut masa birahi pada gajah jantan ini biasanya berlangsung 1 hingga 6 bulan.
“Ya itu ada tanda-tanda khusus lah (masa birahi), masa-masa birahi kalau gajah itu lama juga sekitar 1 sampai 6 bulan. Rata-rata 2 sampai 3 bulan dalam satu tahun, kalau jantan. Kalau betina sekitar 2 mingguan lah. Dua minggu tapi setahun bisa 3 kali yang betinanya, itu yang lebih paham dokter hewan atau mahoutnya gitu,” bebernya.
“(Kejadian ada korban) Kalau itu dulu pas 2017 kalau nggak salah, ada korban juga dokter hewan. (Terluka) Bukan hanya terluka, tapi meninggal dunia. (Kasus 2017 itu akhirnya alternatif dirantai) Ya itu memang SOP-nya itu masa-masa tertentu harus dirantai,” terangnya.
Ia mengatakan gajah yang bernama Panamtu dan Sari ini belum ada satu bulan dirantai.
“Kalau ini sekitar belum sebulan tapi tiap hari pasti dilepas, dirantai kalau banyak pengunjung dan birahi setiap pagi diajak jalan-jalan dengan mahout meski tidak barengan, yang paham pengaturannya ini dikeluarkan atau tidak dan dilepas rantai mahoutnya,” ucapnya.
“Gajah setiap hari dipantau, rantai diganti kanan depan, belakang, kiri depan dan belakang. Kalau nggak sendiri-sendiri kandangnya, pasang kalau memang tidak ada kecocokan dipisah dulu, antara Sari dan Panamtu ada kecocokan jadi disatukan, dua gajah usianya 20 tahunan di WGM sejak 2013 itu masih masa-masa produktif belum tua,” paparnya.
Perlu diketahui sebelumnya, unggah aku Instagram @veronika.twns sepekan viral setelah memperlihatkan gajah yang dirantai.
“Melihat gajah ini, sudah tempatnya kecil, seiprit gini doang, dirantai pula. Kayak sedih banget,” ucap pembuat video seperti. (*)
Redaksi Mitrapost.com



