Sumbang Stunting, Dinkes Pati Imbau Masayarakat Tak Lakukan Pernikahan Dini 

Pati, Mitrapost.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pernikahan dini.

Kepala Dinkes Pati, Aviani Tritanti Venusia menjelaskan, memang pernikahan dini dapat menyumbang angka stunting. Akan tetapi tidak sepenuhnya angka stunting dari pernikahan dini.

“Secara tidak langsung iya, apakah semua karena itu? Tidak. Banyak multifaktor, salah satunya dari pernikahan dini,” kata Aviani.

Dalam pernikahan, dia melanjutkan harus mempersiapkan mental seorang ibu. Utamanya saat mengandung. Selain itu juga, diperlukan bimbingan atau asupan terhadap balita nantinya.

“Kesiapan mental terutama fisik dan mental dari si ibu terutamanya untuk menghadapi proses kehamilan persalinan dan kemudian nanti menyusui momong di anak ini perlu kesiapan mental luar biasa,” jelas dia.

“Kalau pernikahan di usia-usia awal dikhawatirkan mentalnya belum siap sehingga dia melahirkan mungkin dia bisa, tetapi setelah itu pola asuhnya bagaimana,” dia melanjutkan.

Meski demikian, seorang bapak juga memiliki peranan penting dalam mengasuh balita.

“Kalau sudah ada balita, peran bapak juga ikut dibutuhkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, angka stunting di tahun 2023 berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia atau SKI mencapai 18,5 persen. Angka tersebut mengalami penurunan 4,5 persen dibanding tahun 2022 di angka 23 persen. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati