Pati, Mitrapost.com – Menanam tanaman bawang merah dengan menggunakan sistem True Shallot Seed (TSS) bakal diterapkan di Kecamatan Batangan Kabupaten Pati sekitar bulan Maret 2025. Penerapan tersebut juga tergantung benih yang dikirim Provinsi Jawa Tengah ke Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati.
Sistem TSS merupakan budidaya bawang merah melalui biji sebagai benih. Ketua Tim Hortikultura Dispertan Kabupaten Pati, Munjamil mengatakan, lahan yang bakal dipergunakan menjadi uji coba menanam bawang merah sistem TSS seluas satu hektare di lahan petani.
Diketahui, benih TSS yang bakal dipergunakan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.
“Itu dari kegiatan Provinsi, jadi kita tidak ada anggaran itu, tapi, dari provinsi menganggarkan untuk budidaya bawang merah dengan TSS,” kata Munjamil.
Menurutnya, lahan satu hektare yang akan menjadi uji coba hanya membutuhkan tiga sampai lima kilogram benih. Sementara itu, kalau petani menggunakan umbi bisa sampai satu ton lebih.
“Sebenarnya ada positif dan negatifnya kalau memakai biji. Kalau positifnya memakai biji itu kost-nya terutama untuk benihnya lebih murah. Untuk satu hektar cuma butuh tiga sampai lima kilogram. Tetapi kalau memakai umbi bisa sampai satu ton setengah,” jelasnya.
Dikatakan Munjamil, pembenihan menggunakan sistem TSS harus melalui proses penyemaian dengan jangka waktu 35 sampai 40 hari.
“Karena TSS itu terlebih dahulu harus disemaikan terlebih dahulu sekitar 36 sampai 40 hari. Setelah itu baru kita akan memindah tanamkan, setelah dipindah tanam perlakuannya dan lain-lain sama dengan ketika merawat umbi,” terangnya.
Lebih lanjut, dia memperkirakan sistem TSS pada bawang merah potensi produksinya lebih tinggi dibanding menanam dengan cara tanam umbi.
“Kalau potensi produksi itu lebih banyak yang TSS. Karena sebetulnya kalau TSS cenderung satu rumpun ada sekitar dua sampai tiga (butir), tetapi karena besar produksinya lebih tinggi,” pungkas dia. (*)

Wartawan Mitrapost.com






