Mitrapost.com – Sirup identik dengan perayaan Lebaran. Pasalnya, minuman dari sari buah itu menjadi sajian yang wajib ada, selain air mineral, untuk menjamu tamu yang datang berkunjung dalam rangka silaturahmi.
Ada berbagai jenis sirup yang disajikan saat lebaran, diantaranya sirup melon, sirup jeruk, hingga leci. Hampir semua sirup memiliki cita rasa yang manis, sehingga banyak digemasi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Namun, ada salah satu jenis sirup yang tak kalah menyegarkan yang biasanya dihidangkan di momen Lebaran. Sirup tersebut adalah sirup kawis yang berasal dari sari buah kawista.
Jika penasaran dengan buah dan jenis sirup ini? Simak penjelasan selengkapnya berikut!
Apa itu buah kawista?
Sebagai informasi, buah Kawista merupakan buah berbentuk bulat atau bulat telur yang memiliki bau menyengat. Daging buahnya lengket dan berserat, serta memiliki warna coklat jingga hingga coklat tua. Oleh sebab itu, sirup kawis biasanya memiliki tampilan gelap coklat kehitaman.
Buah kawista (Limonia acidissima) sebenarnya berasal dari India dan Sri Lanka. Buah ini juga tumbuh di Burma dan Indo-Cina. Saat ini, buah kawista telah menyebar ke seluruh dunia hingga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, buah kawista banyak dibudidayakan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pohon kawista dapat tumbuh di daerah pantai dan daerah yang kering.
Buah Kawista memiliki rasa manis dan asam yang tajam. Namun, saat diolah menjadi sirup, rasa asamnya akan memberikan kesegaran. Buah kawista memiliki beragam kandungan nutrisi, termasuk mineral dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh.
Apa manfaat buah kawista?
Buah Kawista merupakan sumber serat yang sangat baik untuk merangsang saluran pencernaan. Buah ini secara tradisional dimanfaatkan sebagai pengobatan detoksifikasi alami.
Selain itu, kawista juga merupakan sumber kalsium yang baik untuk memperkuat tulang dan gigi, zat besi untuk membangun protein hemoglobin yang berguna sebagai transportasi oksigen melalui darah, serta vitamin C yang bermanfaat mengurangi peradangan.
Dalam pengobatan tradisional di Asia Tenggara, buah ini dimanfaatkan karena sifat antibakteri dan anti-inflamasinya.
Buah Kawista bisa dikonsumsi secara langsung dengan mengambil dagingnya dengan sendok, kemudian menaburi dagingnya dengan gula untuk menambah rasa manis. Buah kawista juga bisa diolah menjadi minuman, seperti sirup yang segar.
Di kota Rembang, Jawa Tengah, buah kawista terkenal diolah menjadi sirup lengket berwarna coklat yang dikenal dengan nama sirup Kawis. Sirup kawis banyak disajikan saat Lebaran, khususnya oleh masyarakat di Jawa Tengah. (*)

Redaksi Mitrapost.com






