Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati diminta mengambil langkah serius untuk mengatasi banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.
Diketahui banjir rob di Desa Tunggulsari terjadi pada pertengahan bulan Mei lalu. Namun, pada Jumat (23/05/2025), banjir rob sempat merendam 136 rumah. Ketinggian air juga bervariasi.
Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kabupaten Pati, M. Nur Sukarno menyampaikan, dengan melihat fenomena ini, Pemkab sudah seharusnya mengambil langkah nyata. Dia mengungkapkan, langkah yang bisa diambil untuk meminimalisir terjadinya banjir rob yaitu pelestarian hutan mangrove serta penanaman kembali.
“Harus digiatkan kembali untuk penanamannya, bahkan sebenarnya tidak hanya di pantainya harus sudah merambah ke pinggir desa,” ujar Sukarno dimintai konfirmasi melalui saluran telepon.
Tahun 2025, kata dia, banjir rob yang terjadi di Desa Tunggulsari merupakan bencana yang paling parah. Hal itu menunjukkan fungsi hutan mangrove di Desa Tunggulsari sudah berkurang dan seharusnya ada penanaman kembali.
“Semakin kesini itu semakin besar, dulu itu sampai di jalan-jalan desa saja sekarang sudah masuk di rumah,” katanya.
Adanya banjir rob ini, jelas dia, berdampak terhadap masyarakat setempat, mulai hilangnya mata pencaharian hingga kerusakan pada rumah.
“Pertama, kerugian materil tambak-tambak ikan salin hilang semua. Kedua, kerusakan rumah jelas, ketiga kenyamanan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






