Mitrapost.com – Satgas Pangan Mabes Polri menemukan adanya manipulasi data beras di Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan menindak tegas mafia pangan karena telah merugikan petani dan konsumen.
Ada indikasi permainan besar yang menyebabkan harga beras mengalami fluktuasi. Sehingga Kementerian Pertanian (Kementan) dan Satgas Pangan Polri pun melakukan pendalaman. Termasuk pada distribusi pangan di Pasar Induk Beras Cipinang.
“Jangan biarkan konsumen dan produsen itu menjerit. Kita harus dampingi. Jangan ada segelintir orang ingin merusak negara kita, harus kolaborasi, negara harus kuat, negara tidak boleh kalah dari mafia,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Data PT Food Station Tjipinang dan penelusuran di lapangan menemukan manipulasi data stok beras.
“Harga beras di tingkat petani penggilingan turun. Itu sesuai BPS, bukan data saya. Tapi harga di konsumen itu naik. Artinya apa? Ada yang tidak benar,” jelasnya.
Satgas Pangan Polri menemukan data pengeluaran beras pada 28 Mei 2025 sebesar 11.410 ton tidak valid. Karena data tersebut tidak dari perhitungan riil, namun perhitungan selisih stok akhir 27 Mei 55.853 ton, ditambah pemasukan 2.108 ton, dan dikurangi hasil stock opname pada 28 Mei 46.551 ton. Sedangkan pengeluaran rill beras dan terverifikasi hanya 2.368 ton.
“Data dimainkan, ini bukan kelalaian teknis, ini bisa dikategorikan sebagai sabotase terhadap distribusi dan pencapaian ketahanan pangan negara,” jelasnya.
Kemudian stok 46.551 ton juga diketahui bukan dari perhitungan aktual di lapangan. Namun hanya didasarkan pada laporan pengelola toko atau data kiriman.
“Pengeluaran beras yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil, motor, dan bajaj tidak tercatat karena volumenya kecil (di bawah 500 kg),” jelasnya.
Kemudian tak ada standar operasional prosedur (SOP) resmi stock opname di lingkungan PIBC. Stok opname terakhir dilakukan pada Oktober-November 2023. Kemudian dilakukan kembali pada Mei 2025 yang dilakukan atas perintah pimpinan akibat dinamika harga di pasaran dan keluhan dari pedagang.
Satgas Pangan saat ini masih mendalami dan mengawasi pergerakan harga dan pasokan beras. Jika ditemui bukti manipulasi, maka pihaknya siap mengambil langkah hukum. (*)

Redaksi Mitrapost.com






