Mitrapost.com – National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa beberapa negara di Belahan Bumi Selatan akan menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Parsial.
Fenomena Gerhana Matahari Parsial atau sebagian terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi tetapi tidak berbaris secara sempurna. Separuh bagian dari Matahari tampak tertutup sehingga membentuk seperti bulan sabit.
Melansir dari Detik, kalangan astronom, pengamat langit, dan penggemar astronomi mengungkap jika Gerhana Matahari sebagian ini akan menjadi gerhana langit terakhir di tahun 2025.
Sayangnya kawasan Asia Tenggara termasuk negara Indonesia tidak dilewati oleh lintasan bayangan Bulan, sehingga berada di luar jalur pemangamatan.
Meski begitu, akan ada banyak live streaming yang tersebar di media sosial untuk dapat mengikuti peristiwa langka ini, seperti yang disediakan oleh beberapa observatorium internasional dan lembaga riset.
Lintasan bayangan tersebut melewati negara-negara di Belahan Bumi Selatan termasuk Australia, Selandia Baru, sebagian Antartika, dan wilayah samudra dan sekitarnya.
Total terdapat 12 daftar negara dan wilayah yang berkesempatan melihat Gerhana Matahari Parsial September 2025, di antaranya Selandia Baru, Australia bagian timur, Fiji, Vanuatu, Tonga, Tuvalu, Samoa, Kepulauan Cook, Polinesia, Prancis.
Selain itu ada pula Kiribati, New Caledonia, Wallis, Futuna, Tokelau, Niue, Norfolk Island, American Samoa, dan Antartika. (*)

Redaksi Mitrapost.com






