Pati, Mitrapost.com – Kabupaten Pati dipastikan tahun 2025 ini belum mendapatkan jatah kuota program transmigrasi secara gratis yang difasilitasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja (PPTK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Sri Huni Harti ditemui di kantornya, Senin (06/10/2025).
Bahkan Provinsi Jawa Tengah pun tidak mendapatkan kuota tersebut. Hal ini, kata dia, dikarenakan adanya efisiensi anggaran.
“Belum ada, dari Provinsi pun belum dapat jatah. Kalau dapat jatah nanti tetap akan diseleksi yang benar-benar dia memang pasti mau ke sana,” ujar Harti.
Kendati demikian, masyarakat Pati juga tidak banyak yang berminat mendapatkan program transmigrasi. Hal itu, ditunjukkan dengan baru satu orang yang menanyakan program transmigrasi di Disnaker Pati.
“Di Pati ini peminatnya tidak ada, saya di sini kurang lebih satu tahun, baru satu yang menanyakan,” katanya.
Padahal, menurutnya program transmigrasi bisa meningkatkan taraf hidup seseorang. Mengenai fasilitas yang diberikan di tahun sebelumnya cukup lengkap, di antaranya rumah hingga lahan pekerjaan.
“Transmigrasi bagus, jadi dari mereka yang sebenarnya disini tidak punya lahan, pekerjaan hanya sebagai buruh, di sana dia memiliki tanah dan rumah sendiri untuk dikelola. Sehingga meningkatkan taraf hidup mereka,” jelasnya.
Tahun 2026, Harti berharap Kabupaten Pati akan mendapatkan kuota program transmigrasi. Selain meningkatkan taraf hidup juga dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati.
“Harapan di tahun 2026, dengan adanya Kementerian tersendiri harus fokus dilihat daerah-daerah mana yang berpotensi untuk kuota transmigrasi, karena itu untuk kesejahteraan masyarakat juga,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






