Mitrapost.com – Nasi goreng Jawa dikenal dengan cita rasanya yang gurih, sedikit manis, dan aroma khas bumbu halus yang dimasak hingga benar-benar meresap. Hidangan ini menjadi salah satu menu populer karena proses memasaknya yang sederhana, tetapi mengutamakan keaslian rasa.
Di banyak daerah, nasi goreng Jawa kerap disajikan sebagai menu sarapan maupun makan malam karena praktis dan mengenyangkan. Untuk menghasilkan rasa otentik, kunci utamanya terletak pada bumbu halus.
Menurut laman Cookpad, beberapa bumbu halus ini terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, serta tambahan kecap manis sebagai pemanis natural.
Berbeda dengan nasi goreng modern, versi Jawa tidak menggunakan saus tiram atau saus pedas kemasan, melainkan mengandalkan wangi bumbu tradisional.
Proses memasaknya dimulai dengan menumis bumbu halus sampai harum, lalu menambahkan telur orak-arik dan potongan ayam atau bakso sesuai selera. Nasi putih yang digunakan sebaiknya nasi dingin atau sisa sehari karena teksturnya lebih kering, sehingga tidak menggumpal ketika digoreng.
Setelah bumbu tercampur rata, kecap manis ditambahkan sebagai penyeimbang rasa. Di beberapa daerah, tambahan sedikit gula merah juga sering digunakan untuk memperkaya aroma dan rasa.
Nasi goreng Jawa biasanya disajikan dengan pelengkap seperti irisan mentimun, kerupuk, dan bawang goreng. Beberapa penjual kaki lima juga menambahkan suwiran ayam kampung atau telur ceplok agar porsinya lebih lengkap.
Dengan racikan bumbu tradisional, nasi goreng Jawa tetap menjadi kuliner rumahan yang mudah dibuat dan digemari berbagai kalangan. (*)

Redaksi Mitrapost.com






