Kepala BPBD Sebut Adanya 7 Potensi Ancaman Bencana di Kabupaten Rembang

Rembang, Mitrapost.com – Dalam acara Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana se-Kabupaten Rembang, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Sri Jarwati menyebut bahwa Kabupaten Rembang memiliki tujuh potensi ancaman bencana.

Tujuh potensi yang meliputi banjir, tanah longsor, kekeringan, cuaca ekstrem, abrasi, kebakaran hutan dan lahan, serta gempa bumi ini disebut, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Rembang Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kajian Risiko Bencana Tahun 2024-2028.

Perlu diketahui, Kajian Risiko Bencana pada tatanan pemerintahan daerah ini diatur sebagai dasar penyusunan rencana Penanggulangan Bencana, pembangunan, tata ruang, juga bagi pihak mitra untuk melakukan aksi pendampingan maupun intervensi teknis kepada komunitas yang terpapar.

Selain itu, pastinya diatur sebagai dasar masyarakat untuk menyusun aksi praktis dalam rangka pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman bencana.

Sejalan dengan hal itu, Bupati Rembang, Harno menuturkan wilayah Rembang pada musim hujan seperti saat ini sedang rawan banjir, yang diakibatkan dari curah hujan tinggi dan penumpukan sampah di saluran air.

Kemudian pada musim kemarau, Kabupaten Rembang juga kerap terjadi kebakaran akibat korsleting listrik, yang juga disusul dengan adanya potensi tanah longsor di daerah perbukitan.

Oleh dari adanya tujuh potensi ancaman bencana tersebut, penyelenggaraan sosialisasi dan simulasi kebencanaan ini dilakukan BPBD, guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk dalam lini pendidikan.

“Kondisi ini menuntut peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan,” jelas Sri Jarwati pada Kamis (13/11/2025) di Aula SMA Negeri 3 Rembang.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi kebencanaan ini nantinya, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Rembang dapat menjadi pelopor untuk membangun budaya sadar dan tangguh bencana, serta berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana.

“Sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan nilai kesiapsiagaan sejak dini. Dengan membangun kesadaran di kalangan pelajar, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati