Dinlutkan Rembang Sebut Metode Geomembran Dapat Tingkatkan Kualitas Garam

Rembang, Mitrapost.com Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang menyebut penerapan metode geomembran dapat meningkatkan kualitas garam.

Geomembran merupakan metode alternatif yang menggunakan plastik khusus sebagai media pembuatan garam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, M. Sofyan Cholid mengatakan, menurut petambak, ada perbedaan kualitas garam yang dibuat menggunakan metode geomembran dan cara tradisional.

“Terkait garam yang menggunakan geomembran dan tidak itu jelas kualitasnya berbeda dan lebih cepat dalam proses produksi,” kata Sofyan.

Namun, meski disebut meningkatkan jumlah produksi garam, petambak Garam di Rembang sebagian besar masih memakai cara lama untuk memproduksi garam.

Dia juga mengatakan bahwa petambak Garam di Rembang saat ini membutuhkan bantuan berupa geomembran dari pemerintah.

“Posisi geomembran ini memang harapan dari masyarakat. Petambak juga ingin ada suatu bantuan dari pemerintah terkait dengan geomembran,” tutur dia.

Lebih lanjut, wilayah Kabupaten Rembang yang diperuntukkan kawasan produksi garam ada seluas 1.500 hektar, di antaranya di Kecamatan Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke dan Sarang.

Selain penerapan metode geomembran, dia juga menekankan agar petambak garam membuat saluran air yang panjang. Hal itu dilakukan agar air yang akan masuk ke meja garam dapat mengendapkan bahan-bahan logam terlebih dahulu.

“Kita sebenarnya dalam teknis dalam melakukan produksi garam ada aturan untuk mengalirkan air saluran kalau bisa dibuat panjang, supaya bahan-bahan logam-logam bisa mengendap, setelah itu terakhir hanya kandungan NaCL,” pungkasnya. (Adv)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati