Mitrapost.com – Belum genap dua minggu evakuasi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut), terjadi longsor susulan di Tapanuli Utara (Taput) pada Rabu (3/12/2025). Longsor susulan terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyebutkan, akibat longsor susulan tersebut, badan jalan di Desa Parsikaman, Kecamatan Adiankoting, tidak bisa diakses. Masyarakat bahkan harus menunggu tim gabungan untuk mengevakuasi material tanah yang menutup jalan hingga malam hari.
“Iya, anggota kita, personel Bid TIK Polda Sumut saat ini berada di titik longsor yang tidak dapat diakses sama sekali,” ujar dia, dikutip Detik.
“Tunggu proses evakuasi tanah longsor baru bisa dilalui,” imbuhnya.
Selain itu, pemantauan suasana di sekitar titik longsor juga dilakukan lewat udara dengan menerbangkan drone. Hal itu dilakukan untuk mengetahui seberapa parah dampak setelah terjadi longsor susulan yang terjadi kemarin.
“Tim juga telah menerbangkan drone untuk melakukan pemantauan visual terhadap titik longsor yang sepenuhnya terputus dan tidak dapat dilewati,” jelasnya.
Sebelumnya, tercatat korban tewas saat banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mencapai 33 orang dan 15 orang dinyatakan masih hilang per Selasa (2/12/2025). Saat ini, proses pencarian orang hilang masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Total jumlah korban meninggal dunia yang sudah berhasil ditemukan jadi 33 orang dan yang dinyatakan hilang 15 orang,” ungkap Kasi Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing. (*)

Redaksi Mitrapost.com






