Akibat Tanggul Jebol, Warga Desa Tambahmulyo Jakenan Kebanjiran

Pati, Mitrapost.com – Warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati kebanjiran. Banjir yang merendam rumah dan beberapa titik akses jalan desa tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai DI Bangleyan.

Salah satu warga Desa Tambahmulyo Dukuh Bangleyan RT 2 RW 2, Pariman mengatakan, tanggul sungai DI Bangleyan jebol sekitar pukul 22.00 WIB, Sabtu (06/12/2025) malam. Namun, air mulai menggenang di daerah sekitar mulai pukul 02.30 WIB dini hari, Minggu (07/12/2025).

“Jadi lingkungan kebawah ini 02.30 WIB sudah kemasukan air. Diakibatkan tanggul jebol, karena bendungan itu banyak sampah,” kata Pariman ditemui di lokasi banjir, Minggu siang.

Ia mengatakan, genangan air di rumahnya mencapai 25 sentimeter. Sedangkan, di pelataran sudah setinggi 50 sentimeter.

“Mulai surut, tadi juga masuk ke rumah sekitar 25 sentimeter, kalau di pelataran ini sampai 50 sentimeter,” ujarnya.

Warga lainnya, Agus mengatakan bahwa banjir di wilayahnya tidak sampai berhari-hari. Namun, tambah dia, kondisi banjir saat ini lebih parah jika dibandingkan tahun-tahun lalu.

“Belum pernah yang daerah sini, paling dijalan situ saja. Kalau tidak ya di bagian dukuh Bakkapas sama Bangleyan. Biasanya sekali lewat,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Tambahmulyo, Eka Kurnia Sejati menyebut, ada ratusan rumah warga di 15 RT dan 2 RW yang sempat terendam banjir.

Menurutnya, banjir terjadi dikarenakan tingginya debit air dari sungai Pucakwangi menuju sungai DI Blangkeyan. Selain itu, sampah dan batang bambu sempat menyumbat aliran air, sehingga tanggul sungai DI Blangkeyan tidak mampu menampung dan jebol.

“Akibat tanggul jebol, itu aliran dari Pucakwangi, DI Bangleyan, kemarin itu luapan dari lumbung mas Pucakwangi, itu kan debitnya besar, ketambahan bambu,” jelas Eka dihubungi melalui sambungan telepon.

Eka menyebut, ketinggian air sempat mencapai 30 hingga 40 centimeter. Sementara, saat ini, banjir sudah berangsur surut, sehingga warga setempat mulai membersihkan rumah.

“Saat ini sudah surut, karena debit air tidak sebesar semalam, sekarang sudah surut karena lewat saja,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa warga setempat bahu-membahu untuk menutup tanggul jebol menggunakan karung yang diisi tanah. Mereka juga mendatangkan alat berat ke lokasi untuk mengangkut batang bambu yang menghambat aliran sungai.

“Untuk saat ini masyarakat baru gotong-royong, menutup tanggul pakai karung tanah,” ungkapnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati