Mitrapost.com – Ada delapan kecamatan di Sumatera Utara (Sumut) yang masih terisolir usai longsor dan banjir melanda pada akhir November 2025. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya satu kecamatan di Humbang Hasundutan dan tujuh kecamatan di Tapanuli Utara (Taput).
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BNPB Letjen Suharyanto. Sementara ini, penyaluran bantuan logistik ke para korban terdampak di wilayah-wilayah tersebut dilakukan lewat jalur udara, sedangkan jalur darat masih sulit dilewati dan hanya bisa diakses lewat satu jalur.
“Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal dua kabupaten. Dari 18 kota yang terdampak 7 desa terisolir ini Humbang Hasundutan 1 kecamatan dan Tapanuli Utara ada 7 kecamatan. Ini semuanya juga sudah didistribusikan logistik lewat udara,” kata Suharyanto, Minggu (7/12/2025), dikutip Detik.
“Untuk jalan yang masih belum tembus Tapanuli Utara, ada satu jalur dari Tapanuli Utara ke Tapanuli Tengah lewat Sibolga,” lanjut dia.
Ia mengatakan, saat ini, proses pemulihan akses jalan daerah Adiankoting masih terus dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama satgas TNI. Akses jalan tersebut ditargetkan bisa dibuka kembali dalam waktu sepekan ini.
“Itu masih ada daerah Adiankoting ini sedang dikerjakan terus baik oleh Kemen PU maupun Satgas TNI. Per hari ini, mungkin Satgas sudah bisa masuk 40 km lebih karena begitu saya tinggal ke Aceh kemarin sudah 38 km,” terang dia.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama satu minggu dari sekarang sudah bisa tembus,” lanjutnya lagi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






