Mitrapost.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian buka suara terkait Pemerintah Aceh yang menyurati dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta bantuan penanganan bencana alam.
Ia menyebut akan mempelajari surat tersebut. Setelahnya, ia tak banyak bicara.
“Nanti kita pelajari,” ujarnya dilansir dari Detik.
Ia juga mengaku belum membaca surat yang dimaksud tersebut.
“Saya belum baca, saya belum tahu bentuk bantuannya seperti apa,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Aceh mengirimkan surat permintaan bantuan kepada United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF).
Dua lembaga tersebut dinilai berkapasitas dalam masa pemulihan dan rehabilitasi pengungsi sebagaimana yang telah dilakukan pasca tsunami menerjang Aceh 2004 silam.
“Benar (sudah melayangkan surat, red.), (karena) mempertimbangkan mereka lembaga resmi PBB yang ada di Indonesia, maka meminta keterlibatan mereka dalam pemulihan. Kami rasa sangat dibutuhkan,” ujar Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh, Muhammad MTA.
Diketahui, ada 77 lembaga terdiri dari organisasi non-pemerintah lokal hingga internasional dan 1.960 relawan yang turut membantu Aceh pulih dari bencana.
“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini. Atas nama masyarakat Aceh dan korban, Gubernur sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh,” jelasnya.
Korban banjir di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat mencapai 1.030 jiwa dan 206 warga hilang per 15 Desember 2025. (*)

Redaksi Mitrapost.com






