Mitrapost.com – Dalam menghadapi dinamika industri jasa pertambangan ke depannya di tahun 2026, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melakukan transformasi perusahaan dengan menyiapkan strategi jangka panjang melalui empat pilar utama.
Melansir dari IDN Financials, Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi menyebut, pilar pertama yang dilakukan adalah Transformation 2.0, di mana penekanan berfokus pada perluasan basis klien.
Selain itu, penekanan juga difokuskan pada pengembangan bisnis yang melampaui jasa pertambangan konvensional, dengan melakukan transisi penggunaan alat berat menuju listrik serta membangun efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas jangka panjang.
Pilar kedua, ialah dengan mendorong perubahan budaya dan organisasi berkinerja tinggi yang menekankan kemandirian dan akuntabilitas yang ada di seluruh lini, termasuk membentuk kedisiplinan eksekusi yang kuat serta didukung mentalitas pemenang di setiap level manajemen.
Pilar ketiga, DEWA menempaktkan teknologi sebagai pengungkit utama kinerja untuk melakukan inovasi seperti pada pengambilan keputusan berbasis data, serta memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), otomasi, dan analitik.
Pada hal ini, penerapan teknologi berbasis IoT dan AI mulai diimplementasikan pada peralatan operasional yang dilakukan guna meningkatkan utilitas aset dan produktivitas.
Pilar terakhir, DEWA menempatkan perspektif jangka panjang menjadi bagian dari strategi perusahaan yang dilakukan bagi para pemangku kepentingan, guna membentuk arah pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.
Perlu diketahui, pada Jumat (19/12/2025), DEWA telah menandatangani perjanjian dua fasilitas, yaitu kredit modal kerja dan investasi senilai Rp1 Triliun dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Khusus bagi kredit modal kerja, DEWA menerima senilai Rp850 miliar. (*)

Redaksi Mitrapost.com






