Awal Tahun, Berikut 5 Saham dengan Potensi Pergerakan Harga Signifikan pada 5 Januari

Mitrapost.comPada awal tahun 2026, optimisme investor mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dimana mencapai 8.748 pada update terakhir 02/01/2026 pukul 17:57 WIB dari posisi awal 8.676.

Dengan melihat kondisi tersebut, berikut ini 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan pada 5 Januari mendatang. Serta didasarkan pada harga penutupan dan fundamental perusahaan.

Bank Central Asia (BBCA)

Sebagai bank terbesar di Indonesia, BCA memiliki fundamental yang bagus. Dimana rasio kredit bermasalahnya rendah, basis nasabahnya luas, dan likiuditasnya kuat.

BBCA berpotensi naik di kisaran Rp8.400 — Rp8.800 atau sebanyak 5 – 10 % dari harga penutupan pada Jumat (2/1/2026) Rp8.025. Hal itu didukung dengan adanya penguatan IHSG pada awal tahun 2026. Minat investor asing juga dapat menarik saham bank besar.

Namun tetap ada risiko dimana valuasi yang sudah relatif tinggi membuat upside jangka pendek moderat.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Saham BBRI berpotensi naik di kisaran Rp3.800 — Rp4.100 atau 5 – 12 % dari harga penutupan Rp3.640 pada Jumat (2/1/2026).

BBRI memiliki fundamental yang kuat sebagai bank yang bersegmen pada UMKM. Hal itu didukung dengan permintaan kredit domestik yang stabil di awal tahun berpotensi turut mendongkrak harga sahamnya. Namun saham ini sensitif terhadap perubahan suku bunga jangka pendek.

Bank Mandiri (BMRI)

Saham BMRI juga patut diperhitungkan. Mengingat bank ini memiliki kinerja kredit dan neraca yang solid. Harga BMRI diperkirakan dapat naik 5 – 10 % di kisaran Rp5.300 — Rp5.600 dari harga penutupan Rp5.075 pada Jumat (2/1/2026).

Faktor fundamental yang mendukung yaitu diversifikasi kredit yang luas dan biaya dana terkendali bisa menjadi pertimbangan. Ditambah sektor keuangan merupakan kontributor besar IHSG.

Namun net interest margin tetap menjadi perhatian jika BI rate stagnan.

Telkom Indonesia (TLKM)

TLKM memiliki cashflow yang kuat, rutin membagikan dividen, dominasi pasar telekom. Hal itu bisa menjadi dasar investor melirik saham TLKM.

TLKM diprediksi bisa naik 4 – 9 % atau di kisaran Rp3.600 — Rp3.800 dari harga penutupan Rp3.470 pada Jumat (2/1/2026).

Hal itu didukung dengan konsumsi data meningkat yang menyebabkan pendapatan stabil. Namun ada risiko persaingan ketat di sektor telco dan regulasi frekuensi.

Adaro Energy Indonesia (ADRO)

Valuasi saham ini masih relatif murah. Kemudian ada potensi pertumbuhan EPS dan revenue, serta dividen yang menarik dapat menjadi pertimbangan membeli saham ini.

ADRO berpotensi mengalami kenaikan 7 – 15 % atau Rp1.900 — Rp2.100 dari harga penutupan Rp1.820 pada Jumat (2/1/2026).

Namun ada risiko fluktuasi harga komoditas global dan kebijakan energi domestik. (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati