Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mendukung swasembada gula konsumsi untuk tahun 2027 melalui program Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI), yakni bongkar ratoon.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHbun) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Sugiharto menyebutkan, di tahun 2025, realisasi program tersebut mencapai 671 hektar lahan.
Bongkar rooton menyasar pada lahan-lahan yang biasa ditanami tanaman tebu dari mulai Kecamatan Sukolilo hingga Dukuhseti. Petani akan memperoleh bantuan bibit tanaman tebu, serta biaya pengolahan tanah dari Kementan.
“Bongkar rooton menyasar pada lahan-lahan yang biasa ditanami tebu, sudah ditanam empat kali panen, kemudian dianjurkan untuk diganti benih yang baru. Tujuannya, agar benih yang baru ini agar bisa meningkat produksinya,” jelas dia.
Sugiharto mengungkapkan bahwa bongkar ratoon di Kabupaten Pati ditargetkan di lahan seluas 2.500 hektar selama tahun 2026 ini. Dengan demikian, produksi gula konsumsi akan terus meningkat.
Sugiharto mengatakan, produksi gula dari PG Trangkil dan PG Pakis hampir 2 juta ton gula sepanjang tahun 2025. Dua pabrik gula itu, tambahnya, menjadi penyumbang gula konsumsi hampir 37 sampai 40 persen di tingkat Jawa Tengah.
“Hampir 2 juta ton dari selama satu tahun dari pabrik gula di Pati, PG Trangkil dan PG Pakis,” kata dia.
Lebih lanjut, peningkatan produksi gula juga tidak terlepas dari ketersediaan air yang cukup.
“Relatif kemarau basah. Jadi hampir ketersediaan air cukup, tentunya akan berpengaruh terhadap produksi, karena air cukup terutama di daerah-daerah selatan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






