Pati, Mitrapost.com – Program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sektor pertanian padi 1 hektar 10 ton gabah kering panen (GKP) dipastikan tetap berjalan di tahun 2026. Capaian itu untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi di Bumi Mina Tani.
Diketahui, program tersebut telah dilakukan dari tahun 2025 kemarin dan beberapa petani telah mencapai 10 ton GKP setiap hektarnya.
Bupati Pati, Sudewo mengatakan meskipun panen padi di wilayahnya masih didominasi per hektarnya 7 ton GKP. Namun pihaknya tetap bertekad untuk menjalankan program 10 ton setiap hektarnya.
“Sekarang ini, panen padi satu hektarnya 7 ton dalam satu hektarnya apabila terjadi kering 5,6 ton. Tahun ini ada sebesar 10 ton berarti ada kenaikan 3 ton,” ujar Sudewo.
Untuk tetap menjalankan program itu, pihaknya tetap meminta kepada Kepala Desa, Camat dan Dinas Pertanian untuk terus melakukan koordinasi mengenai kendala-kendala yang dihadapi petani. Pasalnya, program ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
“Karena bisa merubah nasibnya petani, petani warganya panjenengan bisa tambah sejahtera karena ikhtiar kita. Ikhtiarnya para kepala desa, ikhtiarnya camat, ikhtiarnya Dinas Pertanian ikhtiar kita bersama,” ucap dia.
Lebih lanjut, demi menjalankan program itu, pihaknya juga meminta kepada Kepala Dinas Pertanian dan seluruh staf untuk bisa berkantor di desa bersama para petani.
“Sampai saya minta kepada kepala dinas pertanian, punya staff 66 orang dalam tiga Minggu saya minta untuk semuanya turun ke desa,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






