IHSG Ditutup Menguat, 5 Rekomendasi Saham Didominasi Perbankan dan Energi

Mitrapost.com – Pada penutupan 5 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat signifikan (hijau) pada persentase sebesar 1,27 persen ke posisi 8.859,19, yang ditopang oleh aliran dana ke saham dengan kapitalisasi besar, utamanya di sektor perbankan dan energi.

Sementara, pergerakan saham untuk esok hari, Rabu (07/01/2026) diperkirakan cenderung menguat terbatas dengan potensi konsolidasi setelah adanya lonjakan sebelumnya. Hal ini dikarenakan pasar mulai memasuki fase selektif.

Untuk itu, berikut 5 rekomendasi saham dengan pergerakan paling signifikan yang diperhatikan melalui sejumlah strategi, seperti tetap bertumpu pada anchor stocks (perusahaan besar dan stabil) sebagai penopang stabilitas.

  1. BBRI – Bank Rakyat Indonesia

Melansir dari IDX Channel, kode saham BBRI diketahui mematok harga penutupan pada angka Rp3.630. Dengan pergerakannya yang relatif stabil mengikuti arah indeks, BBRI diprediksi akan mengalami kenaikan sebesar Rp3.720 — Rp3.860.

Secara teknikal, BBRI dengan basis bisnisnya yang berfokus pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ini diketahui masih berada dalam fase higher low, yang mengindikasikan potensi tren naik (uptrend) yang sehat. Oleh sebab itu, peluang kenaikannya masih terbuka meski tidak agresif.

  1. BMRI – Bank Mandiri

Sebagai saham perbankan dengan sensitivitas tinggi terhadap pergerakan IHSG, BMRI diketahui menutup harga jualnya pada Rp5.050. Sementara, potensi pergerakannya diprediksi berada pada kisaran angka Rp5.200 — Rp5.400.

Setelah indeks tercatat mengalami kenaikan panjang, BMRI sering melanjutkan penguatannya secara bertahap karena menjadi incaran bagi dana institusi. Pergerakan ini didorong oleh kombinasi antara kredit korporasi dengan komersial yang memberi dasar kuatnya fundamental.

  1. BBCA – Bank Central Asia

Dalam posisinya sebagai anchor defensif, saham BBCA melakukan penutupan harganya pada angka Rp8.075. Dengan pergerakannya yang tetap stabil dan likuid meski tidak begitu agresif, potensi kenaikannya bisa mencapai angka Rp8.280 — Rp8.470.

Selain itu, BBCA juga disebut sering dijadikan sebagai tempat parkir dana pada kondisi pasar yang mulai selektif pasca-reli, sehingga cocok digunakan untuk menjaga keseimbangan portofolio harian.

  1. MEDC – Medco Energi Internasional

Perlu diketahui, perusahaan dengan kode MEDC yang berfokus di bidang eksplorasi dan produksi minyak bumi dan gas alam, penambangan tembaga dan emas, serta pembangkitan listrik ini menutup harga sahamnya pada angka Rp1.485.

Dengan catatan berupa masih adanya kepemilikan ruang terhadap technical rebound yang cocok sebagai saham non-anchor dengan peluang intraday lebih lebar, MEDC diprediksi mengalami kenaikan mencapai Rp1.570 — Rp1.650.

  1. ANTM – Aneka Tambang

Didorong oleh sensitifitasnya terhadap sentimen emas dan nikel, ANTM yang dipiluh sebagai saham oportunistik ini menutup harganya pada angka Rp3.390. Kemudian, prediksi kenaikan diperkirakan mencapai angka Rp3.500 — Rp3.680.

Hal tersebut diambil dari seringnya saham komoditas menjadi sasaran trader jangka pendek setelah indeks mengalami kenaikan yang kuat. Meski begitu, ANTM tetap perlu disiplin eksekusi dan tidak cocok untuk dikejar di harga punca akibat volatilitasnya yang tinggi. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati