Mitrapost.com – Tidak hanya berhenti pada penangkapan pimpinan negaranya, persoalan Venezuela terkait dengan cadangan emasnya yang disimpan di Bank of England (BoE) masih menjadi sengketa dengan Inggris selama bertahun-tahun dan hingga kini belum menemukan titik terangnya.
Melansir dari CNBC Indonesia, World Gold Council (WGC) mencatat data cadangan emas Venezuela per Desember 2025 berada pada angka sebesar 161,2 ton, meski masih merujuk pada pembaruan terakhir, yaitu pada Juni 2018.
Dari total cadangan tersebut, sekitar 31 ton emas di antaranya tersimpan di Ibu kota Inggris, London dan dikelola secara resmi oleh BoE, sebagai bagian dari strategi penopang cadangan devisa Bank Sentral Venezuela (BCV).
Berdasarkan sumber, cadangan emas itu diperkirakan memiliki nilai sekitar 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara sekitar Rp33,4 triliun. Hingga kini, emas tersebut masih berada dalam status penahanan tanpa kepastian pemulangan ke Ibu kota Venezuela, Caracas.
Sumber masalahnya adalah, sebagian emas yang ditempatkan di luar negeri dengan tujuan penjagaan stabilitas keuangan negara justru berubah menjadi sumber masalah politik, sengketa hukum, hingga dilibatkan dalam kepentingan geopolitik antara Caracas dengan London.
Pasalnya, pembekuan emas ini merugikan ekonomi Venezuela secara signifikan, terlebih ketika harga emas dunia tengah berada pada level yang sangat tinggi, hingga pada kisaran 4.448 dolar AS per troy ons.
Mestinya, kondisi ini menguntungkan negara, baik dari bentuk penguatan cadangan devisa maupun pada ruang stabilisasi ekonomi. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini justru menghadapi hiperinflasi, kontraksi aktivitas ekonomi, penurunan kapasitas produksi, serta pembatasan akses pendanaan akibat sanksi internasional. (*)

Redaksi Mitrapost.com






