Awal Tahun 2026, Sembilan Kecamatan di Pati Terdampak Bencana

Pati, Mitrapost.com – Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terdampak bencana. Hal itu berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan bencana alam yang berada di sembilan kecamatan tersebut, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor.

Enam wilayah terdampak banjir, meliputi Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Wedarijaksa, Pati Kota dan Margorejo. Sementara, tiga kecamatan lainnya seperti Gunungwungkal, Tlogowungu dan Gembong tercatat telah terdampak bencana tanah longsor.

Martinus mengungkapkan banjir dan tanah longsor itu terjadi pada Jumat (09/01/2026) malam. Hal itu, jelas dia, dipicu karena Kabupaten Pati terjadi hujan lebat sejak Jumat sore.

Untuk banjir bandang, di enam kecamatan itu telah surut. Meski begitu, bencana tersebut masih menyisakan lumpur dan sampah.

Martinus belum mengetahui pasti jumlah desa yang sempat terdampak banjir bandang itu. Namun, setidaknya ada puluhan desa yang terdampak banjir bandang, di antaranya di Kecamatan Pati Kota dan Margorejo.

“Kalau dihitung sampai puluhan desa. Kalau di Pati kota saja mulai Sidokerto, Kalidoro, Pati Wetan, Sidoharjo, Dengkek, sampai ke Widorokandang,” ujar Martinus dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (10/01/2025).

“Di wilayah Margorejo itu ada juga. Jadi untuk Pati dan Margorejo itu sudah lebih dari 10 Desa, belum desa-desa yang lain,” lanjut dia.

Sementara, banjir bandang yang terparah berada di Kecamatan Margoyoso, yakni Desa Bulumanis Kidul dan Tanjungrejo.

“Desa yang parah saya catat seperti Bulumanis Kidul, Tanjungrejo itu di Margoyoso. Curah hujan yang tinggi di hari Jumat malam, selepas Maghrib sampai dengan jam 10 malam deras sekali. Tetapi yang memperparah ini adalah sedimentasi di sungai-sungai,” jelasnya.

Lebih lanjut, salah satu desa yang terdampak tanah longsor yakni Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu. Menurut Martinus, penyebab tanah longsor yakni kondisi tanah yang tidak kuat menahan aliran air yang seharusnya ditahan oleh akar tanaman.

“Tanah ini kan setelah kemarau itu kan berongga. Rongga-rongga tanah ini diisi langsung dalam volume yang besar, sehingga tanah tidak cukup kuat menahan aliran air yang seharusnya ditahan oleh akar-akar tanaman keras,” jelasnya.

“Barangkali di titik-titik terjadi tanah longsor itu memang populasi atau vegatinya berkurang, berganti dengan tanaman-tanaman semusim. Sehingga itu yang menyebabkan tanah longsor,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati