Mitrapost.com – Kuota haji Jawa Tengah 2026 bertambah menjadi 34.122 orang dari tahun sebelumnya.
Dengan bertambahnya kuota haji ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin berharap kesiapan layanan haji bisa lebih baik lagi.
“Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” ujar Gus Yasin.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto mengatakan bahwa jumlah kuota haji tersebut terdiri dari kuota haji reguler, prioritas lansia, pembimbing KBIHU, dan petugas haji dari Jateng.
Ia menyebut, 100 persen calon jemaah haji bisa diberangkatkan karena jumlah yang melakukan pelunasan haji sudah melampaui kuota.
Hingga Januari, ada 34.518 orang yang sudah melunasi biaya haji atau sekitar 102 persen dari kuota.
“Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mundur, dan sebagainya,” ujarnya.
Pemberangkatan akan dilakukan melalui dua embarkasi untuk Jateng dan DIY.
“Untuk Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya seluruhnya melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini akan dibagi menjadi dua. Sekitar 81 persen jemaah akan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter, akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA),” ujarnya.
Embarkasi YIA sendiri memanfaatkan Hotel Ibis dan Novotel untuk asrama haji dan maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330, berkapasitas sekitar 360 penumpang.
Jadwal keberangkatan kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah dijadwalkan mulai bergerak pada April 2026.
“Insyaallah, keberangkatan kloter pertama akan dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” jelasnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






