Mitrapost.com – Mahalnya tiket pesawat untuk penerbangan domestik saat ini tidak hanya dikeluhkan oleh sejumlah traveler, melainkan juga dirasakan pada Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin.
“Harga tiket ke Aceh sangat mahal,” ucap Budi dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Banda Aceh, dikutip dari Detik, Rabu (14/01/2026).
Budi menyampaikan pengalamannya ketika mengirim relawan kemanusiaan menuju wilayah terdampak bencana di Aceh, dengan harus melalui Malaysia terlebih dahulu, sebagai bagian dari penghematan biaya perjalanan.
“Akhirnya kemarin kita pakai rute penerbangan ke Malaysia dulu dan harga tiketnya lebih murah,” jelasnya.
Strategi tersebut dipilih oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lantaran penanganan korban terdampak bencana dilakukan melalui pengiriman sebanyak 700-800 tenaga kesehatan setiap dua minggu sekali.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri RI), Tito Karnavian mengaku akan melakukan koordinasi bersama dengan Menteri Perhubungan terkait dengan harga tiket domestik ke daerah bencana agar dapat terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.
Sejalan dengan yang dikeluhkan oleh Menkes RI, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma juga pernah menyampaikan keluhan yang sama, selain pada penerbangan juga menyasar dalam kapal penyeberangan.
“Masalah harga tiket yang sangat tinggi kemudian masalah penambahan kapal penyeberangan,” kata Johni, Kamis (18/12/2025). (*)

Redaksi Mitrapost.com






