Pati, Mitrapost.com – Petani bawang merah di Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati terpaksa panen lebih awal. Hal itu disebabkan tanaman bawang merah terendam banjir.
Salah satu petani, Warsito mengatakan bahwa banjir telah merendam lahan sawah miliknya seluas 1.600-an meter persegi. Karena khawatir akan membusuk, pihaknya terpaksa memanen dini tanaman bawang merah.
Padahal, tambah dia, bawang merah miliknya bisa dipanen di umur 55 hari atau 2 bulan. Namun, melihat kondisi tanaman bawang merah yang terendam banjir, Warsito pun terpaksa memanen di usia 45 hari.
“Di panen dini, karena ini sudah umur, sudah ada panjer dari tengkulak, kurang kira-kira dua atau tiga minggu sudah panen,” kata Warsito.
Pada panen kali ini, ia pun tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Hal itu dikarenakan banjir menyebabkan kualitas bawang merah menjadi kurang bagus.
Apabila mengacu pada tahun sebelumnya, dia menyebut per hektar sawah miliknya bisa mendapatkan hasil yang cukup memuaskan yakni Rp175 juta.
“Kira-kira satu hektarnya itu tadi yaitu rata-rata Rp175 juta, kali 15 hektar kerugian panen,” ucapnya.
Dengan kondisi seperti ini, Warsito berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk bisa memperhatikan nasib petani bawang merah yang terdampak banjir.
Petani lainnya, Setiyono mengatakan, untuk panen kali ini pihaknya merasa kesulitan karena lahan sawahnya terendam banjir dengan ketinggian 1,5 meter. Selain itu, tambah dia, memanen bawang merah kali ini harus menggunakan terpal.
“Bawangnya tidak kelihatan karena daunnya terendam air. Kedalamannya 1,5 meter. Terendam ini sudah tiga hari. Panennya pakai terpal, kalau di panggul kesulitan dan lama,” ujar Setiyono. (*)

Wartawan Mitrapost.com
