Mitrapost.com – Terungkap aksi komplotan pencuri emas di toko perhiasan berlokasi di Jalan Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur. Komplotan pencuri tersebut merupakan empat warga negara asing (WNA) asal Pakistan dan Yordania.
Diketahui, dua pelaku bernama Yasmeen dan Zara merupakan WN Pakistan, sedangkan Fara dan Maryam merupakan WN Yordania.
Empat orang tersebut berpura-pura sebagai pembeli, kemudian membuat keributan di toko emas yang ditargetkan. Sebagian pelaku kemudian membuat keributan untuk memecah konsentrasi dan memanfaatkan keterbatasan kemampuan bahasa Inggris karyawan toko.
“Mereka membagi kelompok menjadi dua dan menyamar sebagai pembeli lalu membuat keributan,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Raditya Herlambang merinci, Rabu (14/1/2025), dikutip CNN Indonesia.
“Para pelaku memecah konsentrasi pelayan toko dengan marah-marah karena pelayan mengeluarkan emas satu-satu, sedangkan para pelaku menginginkan barang yang hendak dibeli dikeluarkan semua dengan gestur menunjuk-nunjuk barang,” lanjut dia.
Karyawan toko kemudian mengeluarkan enam baki berisi perhiasan kalung dan gelang karyawan. Saat karyawan melayani pelaku, pelaku lainnya mulai menggasak barang dagangan tersebut secara diam-diam. Aksi tersebut juga terekam kamera CCTV.
“Karena kendala bahasa, karyawan mengeluarkan enam baki yang berisi 84 kalung, dan 84 gelang rantai. Lalu mereka membuat keributan dan salah satu pelaku kedapatan CCTV melakukan pencurian,” kata Herlambang.
Pada akhirnya, para pelaku tak jadi membeli dan pergi begitu saja. Diketahui, sebanyak 52 kalung dan gelang emas 16 karat dengan berat total 135 gram berhasil dicuri pelaku.
“Setelah keempat orang tersebut keluar dari toko baru diketahui bahwa 52 perhiasan emas terdiri dari kalung dan gelang rantai seberat total 135 gram dengan kadar 16 karat yang dikeluarkan oleh pelayan telah hilang,” ucapnya.
Sebelumnya, para WNA tersebut berhasil melarikan diri dari Surabaya ke Jakarta, hingga kemudian berhasil diamankan di salah satu hotel di Jakarta Pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam.
“Keempat pelaku setelah melakukan aksinya di Surabaya kabur ke Jakarta,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






