Mitrapost.com – Heboh aksi pengeroyokan guru oleh sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Peristiwa tersebut sempat terekam kamera dan tersebar di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi menurunkan tim ke sekolah untuk mendalami kejadian tersebut. Pihaknya akan memeriksa guru yang bersangkutan, serta meminta keterangan dari para siswa terkait hal tersebut.
“Kami akan mendalami kejadian ini, dan secepatnya tim bidang guru dan tenaga pendidikan (GTK) bersama bidang SMK Disdik akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur tersebut,” kata pelaksana tugas Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, Rabu (14/1/2026), dikutip dari Antara.
“Kami akan berkoordinasi dengan BKD Provinsi Jambi terkait penanganan hasil dari pembinaan tersebut, ” lanjut dia.
Pihak kepolisian setempat dan forum komunitas telah memfasilitasi mediasi antara sekolah, guru, murid beserta orang tua. Menurut informasi, aksi tersebut dipicu karena kesalahpahaman saat guru memberi arahan kepada siswa.
“Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang,” ungkap Kapolsek Berbak, Ipti Hans Simangunsong
Berdasarkan keterangan guru bersangkutan bernama Agus Saputra, pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa (13/1/2026). Saat mengajar, ia menegur siswa di kelas karena dianggap berkelakuan tidak sopan.
“Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar,” kata Agus.
Saat ditanya siapa yang melontarkan perkataan tersebut, salah satu siswa mengaku. Namun, menurut Agus, siswanya itu malah menantang dirinya, sehingga dia menampar siswanya itu.
Sementara itu, di sisi lain sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ‘miskin’ sehingga memicu kemarahan siswa. Namun, Agus mengaku hal tersebut dikatakan untuk memberikan motivasi.
“Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, ‘kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam’. Itu secara motivasi pembicaraan,” ungkapnya.
Mediasi itu pun menemui jalan buntu hingga berujung peristiwa adu jotos antara Agus dan sejumlah siswa. Setelah mediasi itu, Agus diajak komite ke kantor, kemudian saat itu terjadi pengeroyokan oleh siswa kepada guru tersebut.
Persoalan itu kini telah diajukan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. (*)

Redaksi Mitrapost.com





