Pati, Mitrapost.com – Warga Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terpaksa berjalan kaki sejauh 1 kilometer menerjang banjir demi membeli kebutuhan dapur.
Hal itu dilakukan lantaran akses jalan desa Karangrowo tergenang banjir dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan sepeda motor.
Parsono, salah satu warga Desa Karangrowo RT 8 RW 1, mengatakan bahwa ia terpaksa berjalan kaki sejauh satu kilometer untuk membeli kebutuhan dapur. Waktu yang dibutuhkan yaitu satu jam perjalanan.
Sedangkan jika akses jalan desa tidak tergenang banjir, ia hanya membutuhkan waktu 3 sampai 5 menit perjalanan menggunakan sepeda motor.
“Hari ini membeli kebutuhan dapur yang penting, tapi perjalanan dari rumah sampai toko lumayan jauh, mungkin satu kilometer ada,” ujar Parsono saat ditemui di jalan desanya, Jum’at (16/01/2026) sore.
“Biasa pakai sepeda motor, paling hanya 3 sampai 5 menit sampai. Tapi kalau ini bisa 1 jam, karena akses jalan tergenang air banjir,” lanjut dia.
Kebutuhan dapur yang dibeli Parsono, hari ini, diantaranya gas elpiji 3 kilogram, gula, mie instan, serta jajanan untuk kedua anaknya.
Kondisi banjir saat ini sudah mencapai ketinggian 50 sampai 60 sentimeter di dalam rumahnya. Oleh karena itu, Parsono berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bisa menunjukkan perhatiannya pada warga Desa Karangrowo yang terdampak banjir.
“Mohon diperhatikan untuk warga Karangrowo khusus intinya Karangrowo,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Karangrowo, Suparwi mengatakan bahwa air banjir menggenangi akses jalan dan rumah warganya sejak hari Senin (12/01/2026). Hingga hari Jum’at (16/01/2026) sore, air banjir terpantau masih terus bertambah.
Tercatat, sudah ada 235 rumah warga yang tergenang banjir. Rinciannya, ada 298 kartu keluarga dengan jumlah 830 jiwa terdampak.
“Kondisi tadi pagi jam 8, itu rumah yang tergenang ada 235 rumah tergenang. Kemudian kepala keluarga 298 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 830,” ujar Suparwi.
Suparwi mengatakan, ketinggian air di dalam rumah warga rata-rata 10 sampai 70 sentimeter. Selain rumah warga, sarana dan prasarana umum seperti gedung Sekolah Dasar, Taman Kanak-kanak, hingga Balai Desa juga tergenang banjir.
Ia menyebut, warga Desa Karangrowo saat ini membutuhkan bantuan pangan, mengingat mayoritas warganya tak dapat bekerja karena merupakan petani.
“Untuk kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat itu terus terang karena tidak bisa bekerja yang mayoritas adalah petani otomatis dia butuh bahan pangan,” tutup Suparwi. (*)

Wartawan Mitrapost.com
