5 Saham Berpotensi Alami Pergerakan Harga Signifikan pada 20 Januari 2026

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di angka Rp9.098. Pada sesi I perdagangan hari ini Senin (19/1/2026), IHSG berada di angka Rp9.099.

Pergerakan IHSG pada hari ini sempat menguat dan juga melemah. Hal itu menunjukkan adanya tekanan jual dan profit taking di sejumlah saham blue-chip. Kondisi itu juga dipengaruhi oleh sentimen global dan data domestik.

Berdasarkan data harga saham di penutupan sesi I, fundamental, serta sentimen pasar, berikut 5 saham yang berpotensi mengalami pergerakan harga signifikan.

BBCA – Bank Central Asia Tbk

Saham BBCA ditutup di angka Rp8.075 pada penutupan sesi I pergadangan hari ini. Saham ini diprediksi bergerak naik hingga di kisaran Rp8.400 — Rp8.700 atau naik 4–8%.

Hal itu didukung dengan fundamental perusahaan diantaranya ROE & ROA kuat dan profitabilitas tinggi dibandingkan bank lain di IDX. Namun PBV tinggi menunjukkan valuasi relatif premium.

Ada prospek rebound jika investor asing kembali net buy di saham ini. Ditambah likuiditas bank ini yang tinggi. Sektor perbankan tetap jadi favorit jangka menengah-panjang.

Namun ada risiko valuasi tinggi, sensitif terhadap perubahan suku bunga dan sentimen makro.

 

BMRI – Bank Mandiri (Persero) Tbk

Saham BMRI ditutup di angka Rp5.100 pada sesi I pergadangan hari ini. Saham ini diprediksi bisa naik di angka Rp5.400 — Rp5.600 atau 5–9%.

Hal itu didukung dengan fundamental perushaaan yaitu pertumbuhan kredit stabil, perbaikan kualitas aset. PBV lebih rendah dari BBCA sehingga potensi rerating. Sektor perbankan mendapat dukungan dari aliran modal asing pekan lalu.

Namun ada risiko saham ini sensitif terhadap spread bunga dan risiko kredit segmen usaha kecil menengah.

 

TLKM – Telkom Indonesia Tbk

Saham ini ditutup di angka Rp3.540 pada sesi I perdagangan hari ini. Prediksi kenaikan saham ini mencapai Rp3.700 — Rp3.900 atau 5–10%.

Hal itu didukung arus kas stabil dari bisnis telekomunikasi, dividen menarik. Net buy asing dan sektor telekomunikasi tahan siklus.

Namun ada risiko kompetisi dan perubahan regulasi telekomunikasi.

 

BBRI – Bank Rakyat Indonesia Tbk

Saham ini ditutup pada sesi I di angka Rp3.870. Prediksi kenaikan Rp4.100 — Rp4.300 atau

6-12 persen.

 

Hal itu didukung eksposur besar di segmen UMKM menunjukkan pertumbuhan kredit tinggi. Namun profitabilitas dan NPL masih butuh pengawasan. Fokus investor asing ke saham bank BBRI menunjukkan potensi rebound.

Namun ada risiko kredit UMKM yang lebih tinggi dibanding bank komersial besar lainnya.

 

ASII – Astra International Tbk

Penutupan saham ini di sesi I di angka Rp7.400. Prediksi kenaikan mencapai Rp7.800 – Rp8.100 atau 5–10%.

Hal itu didukung perusahaan berbagai sektor ekonomi (otomotif, alat berat, agribisnis) memberikan diversifikasi pendapatan. Net buy asing sebelumnya dan peran sebagai proxy ekonomi Indonesia.

Ada risiko sensitif terhadap siklus ekonomi (otomotif). (*)

 

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati