Mitrapost.com – Rencana pembukaan jalur pendakian baru Gunung Prau via Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, mulai dimatangkan. Selain akses jalan, kelestarian ekosistem juga dijadikan sebagai fokus utama agar jalur tetap terlihat asri dan hijau.
Melansir dari Antara, Sekretaris Desa (Sekdes) Campurejo, Haida Sofa menegaskan bahwa penghijauan tersebut dijadikan sebagai sebuah fondasi penting, sebelum wisatawan maupun pendaki resmi melintasi jalur.
Langkah tersebut diwujudkan melalui sebuah aksi reboisasi dengan cara menanam kembali sebanyak 500 bibit pohon di petak tujuh wilayah Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara, Desa Campurejo.
“Penanaman ini menyasar area hutan yang tegakannya mulai jarang. Kita ingin mengembalikan kerimbunan lereng Prau. Intinya, kita siapkan alamnya dulu agar tetap hijau dan asri sebelum jalur benar-benar dibuka,” jelas Haida, dikutip Sabtu (24/01/2026).
Di antara jenis bibit yang ditanam, mencakup seperti pohon Puspa yang difokuskan pada fungsi konservasi serta tanaman produktif (MultiPurpose Tree Species) yang dalam hal ini menggunakan alpukat, jambu, dan kopi.
Pemilihan jenis tanaman produktif ini dimaskudkan agar setiap warga lokal mampu memetik manfaat ekonomi dalam jangka waktu panjang dari hasil bumi yang telah ditanam itu.
Kemudian, Haida juga menyebut bahwa gerakan tersebut terinspirasi dari pesan yang pernah disampaikan langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setyawan yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) Campurejo selama hampir 16,5 tahun.
“Kami terinspirasi langkah Pak Bupati yang gencar mengingatkan soal kelestarian alam. Beliau berpesan bahwa berdamai dengan alam sama pentingnya dengan menjaga harmoni antar-manusia,” ucapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






