IHSG Berhasil Bertahan di Atas Area Psikologis, 5 Saham Ini Potensial untuk Trading Besok

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Sesi Pertamanya pada Senin (26/01/2026) di level 8.972,12, menunjukkan keberhasilannya untuk bertahan di atas area psikologis 8.950, setelah mengalami tekanan pada pekan sebelumnya.

Karakter pergerakan ini mengindikasikan adanya konsolidasi dengan bias selektif, bukan pada pantulan agresif. Terkendalinya volume relatif yang tidak menunjukkan adanya euforia, membuat perdagangan pasar pada Selasa, 27 Januari 2026, diperkirakan masih menguat terbatas.

Risiko koreksi akan tetap ada, namun selama indeks bertahan di atas penutupan sesi I tersebut, tekanan diperkirakan bersifat teknikal dan tidak struktural.

BBCA – PT Bank Central Asia, Tbk

Melansir dari IDX Channel, kode saham BBCA menutup perdagangannya pada Sesi Pertama di level Rp7.600 dengan kecenderungannya yang berfungsi sebagai penopang indeks.

Dengan volatilitas pasar yang belum agresif, potensi pergerakan BBCA realistis dan stabil di kisaran angka Rp7.650 — Rp7.700, yang lebih didorong oleh institutional flow ketimbang spekulasi ritel.

BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk

Dibanding BBCA, BBRI memiliki elastisitas harga yang lebih besar dalam fase konsolidasi indeks, dibuktikan dengan penutupan perdagangannya yang berada pada angka Rp3.820.

Penutupan IHSG diketahui membuka ruang mean reversion jangka pendek pada saham perbankan ritel tanpa harus bergantung pada arus asing. Hal inilah yang memunculkan potensi kenaikannya yang mencapai angka Rp3.860 — Rp3.900.

TLKM – PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Diketahui, TLKM menutup perdagangannya di level Rp3.790, yang cocok untuk kondisi pasar yang belum trending kuat. Dengan kondisi IHSG yang masih bertahan di area konsolidasi atas, saham defensif berpeluang mencatat penguatan bertahap sebagai alternatif parkir dana jangka pendek, di angka Rp3.820 — Rp3.850.

ASII – PT Astra International, Tbk

Dengan membawa penutupan perdagangannya di angka Rp6.750, ASII diuntungkan oleh eksposur ekonomi domestik yang luas. Pada saat ini, saham konglomerasi cenderung bergerak mengikuti sentimen domestik, bukan pada volatilitas global jangka pendek yang cocok untuk perdagangan harian terukur. Untuk itu, potensi kenaikannya mencapai Rp6.820 — Rp6.900.

ANTM – PT Aneka Tambang, Tbk

Diketahui, ANTM menutup perdagangannya pada Rp4.840. Setelah fase koreksi, saham komoditas seperti ANTM sering menjadi sasaran technical rebound ketika IHSG mulai terlihat stabil.

Dengan adanya indeks yang belum menunjukkan tekanan lanjutan, peluang penguatan ANTM bersifat reaktif dan jangka pendek, bukan tren panjang. Meski begitu, potensi kenaikannya dapat mencapai angka hingga Rp4.900 — Rp4.950. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati