Pati, Mitrapost.com – Banjir di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mulai surut. Meskipun demikian, masih ada warga yang mengungsi di Balai Desa Doropayung.
Perangkat Desa Doropayung, Saleh mengatakan, ada sebanyak 126 bangunan rumah terdampak banjir, terdiri dari 156 kartu keluarga (KK) dengan jumlah 416 jiwa. Dari total tersebut, 64 rumah masih terendam dengan ketinggian air di dalam rumah antara 5 hingga 65 sentimeter.
“Rumah terendam sebanyak 64 rumah terdiri dari 74 KK dengan jumlah jiwa 189 jiwa, ketinggian air dalam rumah 5 sampai 65 sentimeter,” jelas Saleh dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (27/01/2026) siang.
Adapun rumah-rumah yang masih terendam banjir berlokasi di RT 01 RW 01 sebanyak 12 rumah, RT 3 RW 1 sejumlah 15 rumah, RT 4 RW 2 sejumlah 2 rumah. Selain itu, RT 5 RW 2 ada sejumlah 14 rumah, RT 6 RW 2 sejumlah 4 rumah, RT 7 RW 3 sejumlah 8 rumah, RT 8 RW 3 sejumlah 7 rumah, dan 2 rumah di RT 9 RW 3.
Saleh menjelaskan, jumlah warga yang masih mengungsi di Balai Desa Doropayung sebanyak 15 KK atau berjumlah 56 jiwa. Sementara, sekitar 45 KK atau 138 jiwa lainnya memutuskan mengungsi sementara ke rumah tetangga.
Banjir di Desa Doropayung itu diakibatkan luapan air sungai Silugonggo dan Simo usai turun hujan dengan intensitas tinggi.
“Banjir terjadi akibat luapan sungai Silugonggo dan sungai Simo dikarenakan intensitas hujan yg tinggi di seputaran gunung Muria,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Juwana, Sunaryo menyebutkan desa-desa yang masih terendam banjir. Di antaranya Desa Doropayung, Desa Kedungpancing, Desa Tluwah, Desa Bumirejo, Desa Kudukeras, Desa Jepuro, Desa Mintomulyo dan Desa Margomulyo.
“Sudah ada pengurangan, surut banyak tinggal 8 desa data sebagai berikut,” ujar Sunaryo.
Dia menyampaikan kebutuhan yang dibutuhkan warga terdampak banjir yakni berupa bantuan makanan siap saji, perlengkapan kebersihan hingga pakaian. (*)

Wartawan Mitrapost.com






