Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 15 ribu petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah tidak melakukan penebusan pupuk subsidi. Hal itu berdasarkan catatan Dinas Pertanian (Dispertan) selama tahun 2025 kemarin.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dispertan Kabupaten Pati, Aldonny Nurdiansyah menyebut, data itu dihimpun berdasarkan petani yang masuk di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Dari total petani yang terdaftar RDKK masih ada kurang lebih 13 persen atau 15 ribu orang yang belum melakukan penebusan,” ujar Aldony kepada Mitrapost.com, belum lama ini.
Alokasi pupuk subsidi yang tidak terserap itu tetap berada di kios pupuk lengkap (KPL) dan digunakan untuk stok penebusan tahun 2026 ini.
Meskipun sebanyak 15 ribu petani tidak menebus, realisasi pupuk subsidi 2025 kemarin disebut masih dalam kategori cukup tinggi. Menurutnya, Kabupaten Pati masuk lima besar di Jawa Tengah.
Cukup tingginya realisasi itu, lantaran dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya yakni musim yang mendukung untuk bertani hingga harga pupuk subsidi mengalami penurunan.
“Kalau di Jawa Tengah kita tidak paling tinggi, paling ya lima besar. Hal ini disebabkan karena musim iklimnya yang mendukung. Jadi ini air tersedia terus,” jelasnya.
“Kedua pupuk ini dicukupi oleh pemerintah dan ibarat kata harga benar-benar dijaga sesuai dengan HET. Pemicunya adalah turunnya harga pupuk, itu menjadi pemicu orang berbondong-bondong sudah,” lanjutnya.
Pihaknya merinci realisasi penyaluran pupuk subsidi Urea tahun 2025 mencapai 36.975.173 kilogram atau 91,3 persen. Sementara untuk NPK telah tersalur 42.730.152 kilogram atau 99,95 persen.
Selanjutnya, penyaluran pupuk ZA tahun 2025 sebesar 282.369 kilogram atau 37.54 persen. Pupuk subsidi NPK Formula tersalur 50 kilogram atau 25 persen. Sedangkan pupuk organik total tersalur 30.800 kilogram atau 90,59 persen.
“Total penyaluran pupuk bersubsidi adalah 80.018.544 kilogram atau 95,22 persen,” katanya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






